Sentuhan Humanis Polisi Maros, Bantu WNA Temukan Dompet Hilang
- 03 Mei 2026 11:49 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Sebuah peristiwa sederhana di Kabupaten Maros menjadi cerminan penting tentang arti kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari. Dua warga negara asing asal Tiongkok, Lin Jie dan Yu Yuefei, sempat diliputi kecemasan setelah dompet berisi dokumen penting dan uang tunai hilang saat berada di wilayah tersebut, Sabtu, 2 Mei 2026.
Peristiwa bermula sekitar pukul 12.07 Wita, ketika keduanya memesan transportasi online menuju Jalan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru. Setelah tiba sekitar pukul 12.45 Wita dan beraktivitas di sekitar lokasi, mereka baru menyadari bahwa dompet milik Yu Yuefei tertinggal di dalam kendaraan yang mereka tumpangi. Di tengah kebingungan di negeri orang, bantuan datang dari warga yang kemudian mengantar mereka ke Polres Maros. Sekitar pukul 15.10 Wita, laporan resmi diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), tak lama sebelum waktu Ashar.
Justru yang terjadi selanjutnya adalah respons cepat yang menjadi kunci. Tanpa menunda waktu, petugas langsung melakukan koordinasi dan menghubungi pengemudi transportasi online yang dimaksud. Upaya ini membuahkan hasil hanya dalam hitungan jam. Sekitar pukul 17.20 Wita, pengemudi tersebut datang ke Mapolres Maros dan menyerahkan dompet yang sempat hilang. Seluruh isi dompet termasuk dokumen penting dan uang tunai—kembali dalam kondisi utuh tanpa kekurangan.
Pamapta Polres Maros, A. Gunawan Abady, menjelaskan bahwa kecepatan penanganan menjadi prioritas utama dalam setiap laporan masyarakat. “Kami segera menindaklanjuti laporan dengan menghubungi pengemudi. Alhamdulillah, dompet tersebut berhasil ditemukan dan dikembalikan secara lengkap,” ujarnya.
Bagi kedua WNA tersebut, peristiwa ini bukan sekadar kehilangan dan penemuan kembali barang. Ini adalah pengalaman tentang rasa aman di tempat yang jauh dari rumah. Mereka menyampaikan apresiasi atas pelayanan cepat dan kepedulian aparat kepolisian yang membantu mereka dalam situasi sulit. Lebih dari itu, kejadian ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat yang peduli, aparat yang responsif, dan kejujuran dari pengemudi yang mengembalikan barang tanpa mengambil hak orang lain.
Di tengah arus mobilitas dan interaksi global, kisah ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai dasar seperti kejujuran, empati, dan pelayanan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan.
Sebuah dompet mungkin terlihat sederhana. Namun ketika ia kembali utuh ke tangan pemiliknya, yang pulih bukan hanya barang yang hilang melainkan juga rasa percaya dan kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....