May Day Sejuk di Maros, Kapolres Maros Kedepankan Humanisme

  • 03 Mei 2026 09:46 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Maros berlangsung dengan nuansa yang sejuk dan penuh empati, Jumat, 1 Mei 2026 sore. Di tengah dinamika aksi buruh, Kapolres Maros Douglas Mahendrajaya menegaskan pentingnya pendekatan persuasif dan pelayanan humanis dalam pengamanan. Pesan itu disampaikan saat apel kesiapan di halaman Mapolres Maros.

Di hadapan seluruh personel, Kapolres mengingatkan bahwa tugas kepolisian bukan sekadar menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan hak-hak masyarakat, termasuk para buruh, tetap dihormati. “Kita hadir bukan untuk membatasi, tetapi untuk melindungi dan melayani. Layani saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi dengan pendekatan humanis,” tegasnya.

Pendekatan tersebut tampak nyata di lapangan. Di kawasan simpang lima underpass Mandai, sejumlah Polisi Wanita (Polwan) turun langsung sebagai tim negosiator. Mereka tak hanya membangun komunikasi dengan massa aksi, tetapi juga membagikan roti, permen, dan air mineral—sebuah gestur sederhana yang mencairkan suasana dan mempererat kedekatan.

Kapolres menambahkan, dialog dan negosiasi menjadi kunci utama dalam menjaga situasi tetap kondusif. Dengan komunikasi yang terbuka, potensi gesekan dapat diminimalisir, sehingga aksi berlangsung tertib dan damai. Di sisi lain, Polres Maros juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan, khususnya jalur utama penghubung Maros dengan wilayah sekitar. Upaya ini dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar di tengah aksi.

Kapolres turut mengapresiasi sikap kooperatif para koordinator lapangan dan serikat buruh yang sejak awal menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi fondasi terciptanya suasana aman selama peringatan May Day. “Terima kasih atas komunikasi yang baik. Mari kita buktikan bahwa di Maros, aspirasi bisa disampaikan dengan tertib, damai, dan saling menghargai,” ujarnya Sabtu, 2 Mei 2026.

Peringatan May Day tahun ini pun menjadi gambaran bahwa pendekatan humanis mampu menghadirkan rasa aman tanpa menghilangkan esensi kebebasan berpendapat—sebuah harmoni antara ketertiban dan kemanusiaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....