Kepala SMP Ki Hajar Dewantara Desak Konsistensi SPMB 2026

  • 03 Mei 2026 05:20 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP/SMA Swasta tahun 2026 ini di harapkan tidak ada lagi penambahan kuota. Dengan dalih apapun dan agar pemerintah bersikap konsisten.

Kekhawatiran ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP/SMA Ki Hajar Dewantara Makassar, Drs. Abd Latif Hasan, MM., dalam dialog Apresiasi Budaya Lokal di RRI Pro 4 Makassar, Jumat, 1 Mei 2026, malam. Menurutnya, praktik membuka kembali pendaftaran setelah batas waktu resmi merugikan sekolah swasta karena siswa yang gagal di negeri tidak berpindah ke swasta.

"Yang kita harapkan di swasta ini, konsistensi dari pemerintah tentang waktu. Kalau sudah tutup, ya tutup. Jangan dibuka-buka lagi. Supaya yang tidak lolos ini masuk ke sekolah swasta," tegas Abd Latif.

Ia menyebut pemerintah kerap beralasan pada desakan masyarakat untuk menambah kelas, bahkan mengubah fungsi ruang laboratorium menjadi ruang kelas sementara. Selain soal konsistensi jadwal, Abd Latif juga menyoroti lemahnya transparansi data kuota.

"Masyarakat dan sekolah swasta tidak dapat mengetahui secara pasti berapa daya tampung riil yang dimiliki sekolah negeri. Akibatnya, perencanaan penerimaan siswa di sekolah swasta menjadi tidak menentu karena bergantung pada sisa seleksi negeri," ucap Abdul.

Persoalan lain yang disoroti adalah regulasi domisili dalam jalur zonasi yang mensyaratkan Kartu Keluarga dengan domisili minimal satu tahun. Abd Latif menilai aturan ini sudah lebih ketat dibanding sebelumnya yang hanya mensyaratkan enam bulan, namun pengawasan di lapangan masih perlu diperkuat agar tidak dimanfaatkan secara tidak semestinya.

Dari sisi teknis, pemerintah telah menyediakan aplikasi pemantauan hasil seleksi secara real-time yang dapat diakses publik. Namun, pergerakan peringkat yang terjadi bahkan di hari libur pernah menimbulkan kecurigaan di kalangan orang tua. Abd Latif meminta masyarakat tetap berprasangka baik karena dinamika tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi berkas yang berlangsung terus-menerus.

Ia menutup pernyataannya dengan seruan agar semua pihak menjaga integritas dalam proses penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP/SMA tahun 2026 demi masa depan pendidikan yang lebih adil dan merata. "Aturan penerimaan siswa baru itu sudah cukup bagus. Yang kita harapkan tinggal konsistensi dari pemerintah," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....