Refleksi Hardiknas 2026 Pendidikan dan Iman dalam Agama Khonghucu

  • 02 Mei 2026 22:24 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Malkassar - Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2026 menjadi ruang refleksi bagi berbagai kalangan, termasuk dalam perspektif keagamaan. Hal ini diangkat dalam program Inspirasi PRO1 RRI Makassar yang menghadirkan narasumber Ws. dr. Ferdy S., Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, yang mengikuti dialog secara daring pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Dalam pemaparannya, Ferdy menekankan bahwa pendidikan dalam ajaran Khonghucu tidak dapat dipisahkan dari nilai keimanan dan pembentukan moral. “Dalam ajaran Khonghucu, pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter yang dilandasi iman dan kebajikan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa manusia yang berpendidikan adalah mereka yang mampu mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep pendidikan dalam Khonghucu sangat erat kaitannya dengan pembinaan diri atau self-cultivation. Menurutnya, proses belajar harus berlangsung sepanjang hayat. “Belajar itu tidak mengenal batas usia. Selama manusia hidup, ia harus terus memperbaiki diri, baik dalam pengetahuan maupun dalam perilaku,” jelas Ferdy.

Ia juga mengaitkan nilai pendidikan tersebut dengan semangat Hari Pendidikan Nasional yang mengusung pentingnya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam pandangannya, kecerdasan tidak hanya bersifat intelektual, tetapi juga spiritual. “Keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual akan melahirkan manusia yang bijaksana dan bertanggung jawab,” katanya.

Ferdy menambahkan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai lembaga pendidikan pertama dalam membentuk iman dan karakter anak. Ia menilai bahwa nilai-nilai kebajikan harus ditanamkan sejak dini agar menjadi fondasi yang kuat. “Orang tua adalah guru pertama. Dari keluarga, anak belajar tentang hormat, kejujuran, dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Dalam konteks masyarakat modern, ia juga menyoroti tantangan pendidikan yang semakin kompleks, terutama di era digital. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai moral agar tidak disalahgunakan. “Teknologi adalah alat, tetapi iman dan moral adalah pengarahnya,” tegas Ferdy.

Ia juga mengajak generasi muda untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk memperbaiki kualitas diri dan berkontribusi bagi masyarakat. “Tujuan akhir pendidikan dalam Khonghucu adalah menciptakan manusia yang berbudi luhur dan mampu membawa harmoni dalam kehidupan sosial,” ujarnya.

Menutup dialog, Ferdy berharap peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi antara pendidikan dan nilai-nilai keimanan. “Jika pendidikan dan iman berjalan seiring, maka kita akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....