Begini Sistem Penerimaan Siswa Baru di SMP/SMA Kihajar Dewantara Makassar 2026
- 02 Mei 2026 21:44 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Program Apresiasi Budaya Lokal PRO4 RRI Makassar edisi Jumat, 1 Mei 2026 mengangkat topik penting seputar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMP dan SMA. Dialog yang dipandu oleh Hariyanti ini menghadirkan narasumber Drs. Abd Latif Hasan, MM., Kepala Sekolah SMP/SMA Kihajar Dewantara Makassar, yang memberikan penjelasan komprehensif terkait mekanisme dan pembaruan sistem penerimaan siswa tahun ini.
Dalam pemaparannya, Abd Latif Hasan menjelaskan bahwa SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru di SMP/SMA) 2026 dirancang untuk meningkatkan transparansi dan pemerataan akses pendidikan. “Sistem ini tidak hanya berbasis zonasi, tetapi juga mempertimbangkan jalur prestasi dan afirmasi agar semua siswa memiliki kesempatan yang adil,” ujarnya di studio PRO4 RRI Makassar. Ia menekankan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk mengakomodasi keberagaman latar belakang peserta didik.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa digitalisasi menjadi salah satu aspek utama dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Proses pendaftaran dilakukan secara daring untuk meminimalisir praktik kecurangan dan mempercepat verifikasi data. “Kami mendorong sekolah dan orang tua untuk lebih melek teknologi karena seluruh tahapan kini terintegrasi dalam sistem online,” jelasnya.
Abd Latif juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak selama proses pendaftaran. Menurutnya, pemahaman terhadap jalur penerimaan sangat krusial agar tidak terjadi kesalahan dalam memilih opsi. “Orang tua harus aktif mencari informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar,” tegasnya.
Dalam diskusi tersebut, Ia juga menjelaskan adanya evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Salah satu fokus perbaikan adalah pemerataan kualitas sekolah agar tidak terjadi penumpukan siswa di sekolah tertentu. “Kami ingin semua sekolah menjadi pilihan yang berkualitas, bukan hanya sekolah favorit saja,” katanya.
Selain itu, Abd Latif Hasan menilai bahwa SPMB bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang berkeadilan. Ia menambahkan, “Dengan sistem yang baik, kita tidak hanya menerima siswa, tetapi juga menyiapkan generasi masa depan yang lebih kompeten dan berkarakter.” tambahnya.
Menutup perbincangan, Ia berharap masyarakat dapat mendukung penuh implementasi SPMB 2026. Transparansi, kejujuran, dan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan sistem ini. Program ASPREASI Budaya Lokal pun menjadi ruang edukatif yang efektif dalam menyampaikan informasi penting kepada masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....