Hadapi Ancaman Kekeringan, BPBD Makassar Imbau Warga Tidak Panik

  • 02 Mei 2026 11:30 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar meminta masyarakat untuk tidak panik menghadapi ancaman kekeringan akibat El Nino di tahun 2026, karena pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi dini, termasuk rencana kontingensi, distribusi air bersih, dan pengadaan tandon air. Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muh Fadli mengatakan fokus utama adalah siaga dan bijak menggunakan air.

"Kami informasikan ke masyarakat untuk tetap tenang terhadap kebencanaan kekeringan ini karena kami sudah bersurat ke Wali Kota tentang master plan kami dalam menghadapi kekeringan ini. Jadi kami harapkan ke masyarakat untuk tidak usah panik karena kekeringan seperti ini sudah pernah terjadi tahun 2023 lalu, jadi apa-apa kekurangan saat itu akan kita perbaiki di tahun ini sehingga nantinya bisa tersalurkan semua kekurangan air itu,"kata Muh Fadli, Sabtu 2 Mei 2026.

Dikatakan selain keterbatasan air, potensi lain yang bisa terjadi saat kekeringan yakni kebakaran, sehingga pihaknya meminta warga untuk tetap waspada. "Karena suhu udara yang meningkat sehingga perpindahan api sangat cepat jadi harus waspada, dan usahakan kalau keluar rumah memastikan tidak ada kabel yang berpotensi terjadi korsleting, saat memasak tetap berhati hati,"ucapnya.

Ditambahkan penanganan kekeringan ini terpusat di BPBD Makassar agar pelayanan bisa satu pintu. "Jadi semua satu pintu sehingga semua pelayanan bisa merata, tidak ada lagi yang double-double,"tutupnya.

Sementara itu, Koordinator Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Syamsul Bahri mengatakan saat ini status El Nino di Sulawesi Selatan dalam kondisi netral namun diprediksi pada Bulan Mei, Juni dan Juli 2026 masuk kategori lemah sedangkan puncaknya pada Agustus, September dan Oktober. "Untuk wilayah Sulsel, daerah-daerah wilayah Selatan misalnya Jeneponto, Takalar akan mengalami atau lebih cepat masuk awal musim kemarau atau dampak El Nino di mulai dari Jeneponto, sedangkan untuk sisi barat kayak Makassar, Pangkep, Pare-Pare, Barru di Bulan Mei masuk musim kemarau, kalau Daerah Timur kayak Sinjai dan Bone masih ada hujan di Bulan Mei dan Juni ini,"jelas Syamsul Bahri.

Ditambahkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah rutin dilakukan termasuk aktif memberikan imbauan ke warga Sulawesi Selatan. "Koordinasi kami dengan stakeholder kami berikan informasi 10 hari sebelumnya, mengirimkan surat dan menyebarkan di media sosial," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....