Minim SDM dan Anggaran, BPBD Pangkep Perkuat Edukasi Mitigasi Bencana

  • 02 Mei 2026 04:40 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Badan Penanggunangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep secara rutin memanfaatkan sistem deteksi dini (early warning system) sebagai langkah mitigasi. Meski demikian, tantangan utama tetap pada kesadaran masyarakat yang terkadang mengabaikan peringatan cuaca karena faktor kebiasaan atau kebutuhan ekonomi. Saat ini, edukasi terus dilakukan untuk merespons perubahan cuaca ekstrem dan fenomena iklim seperti El Nino agar masyarakat lebih waspada dan peduli pada keselamatan diri.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep, Akbar Yunus kepada RRI, mengungkapkan bahwa saat ini, BPBD Pangkep beroperasi dengan sumber daya manusia dan anggaran yang sangat terbatas. Tindakan pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah kepulauan, BPBD Pangkep sangat mengandalkan koordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait. Sabtu, 02 Mei 2026

Saat ini, BPBD Kab. Pangkep fokus pada edukasi ke masyarakat terkait tiga risiko potensi bencana. Diantaranya, kekeringan ekstrem yang berdampak pada kesehatan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), dan kebakaran pemukiman di wilayah padat penduduk.

Diakui Akbar, kondi peralatan yang dimiliki BPBD Pangkep sangat minim. Untuk wilayah pesisir, BPBD Pangkep masih dapat menjangkau distribusi logistik menggunakan perahu karet bermesin 15–45 PK, meski saat ini kondisinya banyak yang rusak.

“Untuk pesisir Alhamdulillah masih bisa, kami punya perahu, walaupun tapi sekarang dalam keadaan rusak. Perahu – perahu karet dengan mesin yang cukup bervariasi antara 15 dan 45 pk, tapi kalau kita sudah keluar dari area itu kami tentu tidak mampu. Sehingga itu tadi,kembali kami andalkan terkait dengan koordinasi dengan pihak KPLP dan Syahbandar,” ungkap Akbar.

Sementara itu, untuk wilayah pegunungan, BPBD Pangkep berinisiatif memberdayakan warga lokal, seperti di kawasan Gunung Bulusaraung, menjadi komunitas tanggap bencana. Langkah ini diambil karena masyarakat setempat memiliki ketahanan fisik yang kuat dan penguasaan medan yang sangat baik.

Selain itu, untuk mencegah kejadian orang hilang, BPBD berencana mewajibkan pendaki menggunakan gelang berbasis GPS. Hal ini agar posisi pendaki dapat dilacak secara akurat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....