Penertiban PKL hingga Harga Bahan Pokok Tinggi Jadi Aspirasi Buruh di Makassar
- 01 Mei 2026 16:42 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Perwakilan buruh di Sulawesi Selatan menyampaikan aspirasi di hadapan Pemerintah Kota Makassar pada kegiatan May Day Fest 2026 yang berlangsung di Karebosi, Jumat 1 April 2026. Koordinator Komite Perjuangan Rakyat Miskin (KPRM) Makassar, Nurlina meminta agar pemerintah bisa mencari solusi lain terhadap penggusuran pedagang kaki lima yang aktif dilakukan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Ia mewakili pedagang kaki lima mengaku siap untuk ditata namun diharapkan agar tidak ada penggusuran dan disiapkan tempat layak untuk kembali berjualan. "Kami siap di tata tapi jangan digusur karena kami juga buruh pemasukan dari berjualan,"kata Nurlina.
Aspirasi lain, yakni terkait tingginya kebutuhan bahan pokok di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil. "Sekarang kebutuhan pokok mahal semua, naik semua, sementara gajinya suami ta tidak cukup,"keluhnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan akan mencari titik temu dengan menghadirkan ruang komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ada."seluruh aspirasi kita sudah dengarkan, kita sudah lihat apa yang menjadi kebutuhan buruh, inilah nanti yang akan kami hadirkan ruang diskusi untuk mencari titik temu. Bukan mencari siapa yang salah, siapa yang benar tapi bagaimana kepala-kepala dingin in bisa menentukan atau mendapatkan jalan keluar yang terbaik,"ungkap Appi sapaan akrabnya.
Terkait penataan pedagang kaki lima, Munafri menyebut setiap kota memiliki aturan salah satunya larangan berjualan di atas drainase, trotoar atau bahu jalan. "Kita akan memberikan hak-hak mereka sehingga seperti selokan, pedestrian itu bukan tempat berjualan,"ucapnya.
Ditambahkan kesejahteraan buruh menjadi yang utama sehingga pihaknya siap membuat akses atau ruang komunikasi yang luas terhadap aspirasi buruh yang disampaikan. Di sisi lain, Munafri menuturkan saat ini terdapat kemudahan pinjaman bagi pedagang melalui perbankan. "Yah saya sudah menyampaikan program ini kepada beberapa bank, seperti Banks Sulselbar, Bank Himbara dengan memastikan alur ini berjalan dengan syarat salah satunya adalah saudara-saudara yang kena proses penertiban atau mau buka usaha di tempat yang baru bisa melalui KUR dan saya rasa KUR sekarang sudah mudah,"pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....