Minyak Goreng Makin Mahal, YLKI Minta Solusi Cepat dari Pemerintah
- 30 Apr 2026 21:11 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kenaikan harga bahan baku plastik di tengah konflik global yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel mulai berdampak pada berbagai produk konsumsi, termasuk minyak goreng kemasan. Saat ini, harga minyak goreng jenis kemasan sederhana seperti “minyak kipas” dilaporkan mencapai Rp22.000 per liter, naik hampir Rp3.000 dari harga sebelumnya sekitar Rp19.000.
Kenaikan ini dinilai memberatkan masyarakat, terutama rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulsel Ambo Masse menyampaikan lonjakan harga plastik sebagai bahan kemasan turut memicu kenaikan harga produk berbasis plastik, termasuk minyak goreng.
“Ini tentu berdampak pada masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Walaupun terlihat kecil, kenaikan ini tetap terasa,” ujarnya.
Ambo Masse mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan minyak goreng dengan menerapkan manajemen konsumsi yang efisien dan sesuai kebutuhan. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi beban pengeluaran di tengah situasi harga yang tidak stabil.
Di sisi lain, YLKI juga mendesak pemerintah untuk mengambil langkah konkret dan tegas. Kebijakan yang tepat diperlukan guna mengendalikan harga serta mencari alternatif solusi agar masyarakat tetap bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.
Terkait pengaduan, masyarakat dapat melaporkan jika menemukan harga yang dinilai tidak wajar. Laporan bisa disampaikan melalui berbagai saluran, baik langsung ke pemerintah maupun lembaga perlindungan konsumen seperti YLKI.
“Kalau kenaikan harga sudah meresahkan dan di luar kewajaran, masyarakat berhak melapor. Bisa melalui media atau lembaga yang tersedia,” tambahnya.
YLKI juga membuka kanal pengaduan melalui WhatsApp untuk mempermudah masyarakat dalam menyampaikan keluhan terkait lonjakan harga kebutuhan pokok. Dengan kondisi global yang masih bergejolak, pengawasan harga dan perlindungan konsumen menjadi hal krusial agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....