Hadapi El Nino, YLKI Desak PLN Jamin Hak Konsumen Listrik
- 30 Apr 2026 18:53 WIB
- Makassar
RRI. CO.ID, Makassar - PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara atau PLN UID Sulselrabar menyatakan kesiapan menghadapi potensi krisis listrik akibat fenomena El Niño tahun ini. Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselbar, Ahmad Amirul Syarif, mengatakan pihaknya telah menambah kapasitas pembangkit sebesar 300 megawatt sebagai respons atas krisis listrik yang terjadi pada 2023 lalu.
Saat ini kondisi sistem kelistrikan Sulselbar dinilai sudah sangat mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat. "Kondisi sistem kita sudah sangat mencukupi. Penambahan kapasitas pembangkit sebesar 300 MW itu sudah sangat mencukupi sampai saat ini," kata Ahmad Amirul Syarif.
PLN juga telah menjadwalkan pemeliharaan seluruh unit pembangkit agar dapat beroperasi secara maksimal ketika El Niño berlangsung. Selain itu, sebanyak 152 unit genset disiapkan sebagai cadangan yang sewaktu-waktu dapat masuk ke sistem untuk mencegah pemadaman bergilir.
Menaggapi hal ini Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia YLKI Sulsel , Ambo Massa, mengatakan perusahaan penyedia listrik PLN memiliki kewajiban untuk menyampaikan kondisi ketersediaan energi secara terbuka kepada masyarakat. Hal ini penting agar pelanggan, baik rumah tangga maupun pelaku usaha, dapat melakukan antisipasi sejak dini.
“Informasi terkait ketersediaan listrik dan potensi gangguan harus disampaikan sejak awal, sehingga masyarakat bisa mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan yang terjadi,” ujarnya di Makassar Kamis,30 April 2026
YLKI menegaskan, dalam kondisi apa pun, masyarakat tetap memiliki hak untuk mendapatkan pasokan listrik yang tersedia secara berkelanjutan. Selain itu, konsumen juga berhak atas layanan dengan harga yang terjangkau sesuai ketentuan pemerintah.
Ambo Massa menambahkan, apabila terjadi pemadaman listrik di musim kemarau ini , pelanggan juga berhak mendapatkan penjelasan serta kompensasi dari PLN sesuai aturan yang berlaku. “Ketika hak masyarakat tidak terpenuhi, PLN harus siap memberikan informasi dan bentuk tanggung jawab, termasuk kompensasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, YLKI mendorong pemerintah untuk menyusun perencanaan strategis yang komprehensif dan lintas sektor guna mengantisipasi krisis listrik berulang saat musim kemarau panjang. "Langkah tersebut mencakup penguatan sumber energi pembangkit, pengelolaan distribusi listrik yang lebih baik, serta penerapan manajemen risiko yang transparan kepada publik."
YLKI berharap, dengan kesiapan yang matang dari pemerintah dan PLN, potensi krisis listrik akibat El Nino dapat diminimalkan dan tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....