Pemprov Sulsel dan BI Perkuat Investasi lewat DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026

  • 30 Apr 2026 11:06 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Dedicated Team Meeting (DTM) Forum PINISI SULTAN yang dirangkaikan dengan Kick-Off South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada 27 April 2026 ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi dalam mendorong transformasi ekonomi daerah melalui hilirisasi dan investasi berkelanjutan.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, bersama perwakilan kementerian dan lembaga terkait. Secara umum, realisasi investasi Sulawesi Selatan pada 2025 menunjukkan kinerja yang positif, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Namun, posisi Sulsel yang masih berada di peringkat ke-20 nasional menjadi perhatian untuk dilakukan penguatan strategi investasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menegaskan bahwa efisiensi investasi masih perlu ditingkatkan. “Indikator Incremental Capital Output Ratio atau ICOR Indonesia yang relatif tinggi dibanding negara lain menunjukkan efisiensi investasi perlu terus diperbaiki. Di Sulawesi Selatan trennya membaik, namun masih perlu didorong lebih optimal,” ujarnya.

"Saat ini, Sulawesi Selatan telah memiliki lebih dari 90 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO), dengan sebagian telah berstatus clean and clear (CnC). Namun demikian, masih terdapat tantangan seperti kesiapan proyek yang belum optimal dan keterbatasan pembiayaan, "tambahnya.

Sementara itu, Sekda Sulsel, Jufri Rahman, menekankan pentingnya pembenahan tata kelola investasi untuk meningkatkan daya tarik daerah. “Perlu ada reformasi tata kelola investasi, termasuk penyediaan infrastruktur pendukung, serta jaminan keamanan dan kepastian berusaha agar investor semakin percaya masuk ke Sulawesi Selatan,” katanya. Rabu, 29 April 2026.

Dalam forum tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis, antara lain penyelarasan proyek dengan agenda nasional, penguatan hilirisasi komoditas unggulan, serta peningkatan promosi investasi melalui berbagai forum dan pertemuan dengan investor. Selain itu, pengembangan skema pembiayaan alternatif seperti KPBU dan kemitraan strategis juga menjadi fokus untuk mempercepat realisasi investasi.

Melalui sinergi lintas sektor, diharapkan investasi di Sulawesi Selatan semakin berkualitas, berdaya saing, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....