Bulog Sulselbar Pastikan Stok Beras Aman hingga Tahun Depan
- 29 Apr 2026 16:35 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar — Ancaman fenomena El Niño yang diprediksi semakin ekstrem menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat. Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Sulselbar, Karmila Hasmin Marunta, S.Sos., MM,dalam Dialog Interaktif edisi rabu 29 April 2026 di PRO1 RRI Makassar menyampaikan bahwa kesiapan stok pangan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi krisis akibat perubahan iklim tersebut.
Melalui sambungan telepon, Karmila menjelaskan bahwa dampak El Nino berpotensi mengganggu produksi pangan, khususnya beras, akibat penurunan curah hujan dan kekeringan berkepanjangan. Kondisi ini, menurutnya, perlu diantisipasi dengan pengelolaan cadangan pangan yang optimal. “El Nino bisa berdampak pada penurunan hasil panen, sehingga peran cadangan pangan pemerintah menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan.Untuk wilayah Perum Bulog Kanwil Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), kondisi stok pangan khususnya beras saat ini tergolong sangat aman dan bahkan berlebih hingga tahun depan.”ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Bulog telah melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan beras tetap aman di Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah dengan memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP) serta melakukan penyerapan hasil panen petani secara maksimal saat musim panen berlangsung. “Berdasarkan data terbaru April 2026, stok beras di Bulog Sulselbar mencapai sekitar 842 ribu ton hingga 851 ribu ton, atau sekitar 17% dari total cadangan nasional. Jumlah ini merupakan salah satu yang terbesar secara regional dan bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di wilayah tersebut. Sebelumnya, pada Maret 2026, stok beras Bulog Sulselbar juga sudah berada di angka sekitar 603 ribu ton, dan terus meningkat seiring penyerapan gabah petani yang masif selama panen raya.Kami memastikan stok beras dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Karmila.
Dari sisi ketahanan waktu, Bulog menyebut stok tersebut mampu mencukupi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang, bahkan bisa bertahan berbulan-bulan hingga lebih dari satu tahun tergantung skema penyaluran. Produksi lokal yang melimpah serta penyerapan harian yang tinggi menjadi faktor utama penguat cadangan ini. “Bulog Sulselbar juga terus melakukan penyerapan beras yang hingga April 2026 telah mencapai lebih dari 435 ribu ton atau sekitar 62% dari target tahunan, sehingga stok dipastikan masih akan terus bertambah dalam beberapa bulan ke depan,”tambahnya.
Selain menjaga stok, Bulog juga aktif dalam melakukan stabilisasi harga pangan melalui program operasi pasar. Langkah ini dinilai penting untuk menekan lonjakan harga yang berpotensi terjadi akibat terganggunya distribusi dan produksi pangan. “Operasi pasar menjadi instrumen penting untuk menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.
Karmila juga menyoroti pentingnya sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga ketahanan pangan. Menurutnya, koordinasi yang baik akan memastikan distribusi pangan berjalan lancar hingga ke daerah-daerah yang terdampak kekeringan.
Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan yang justru dapat memperburuk stabilitas pasar. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar konsumsi tetap terjaga secara bijak di tengah potensi ancaman El Nino.
Menutup perbincangan, Karmila Hasmin Marunta optimistis bahwa dengan langkah antisipatif yang telah dilakukan, ketahanan pangan di Sulawesi Selatan tetap dapat terjaga. “Dengan stok yang cukup, distribusi yang terjaga, serta dukungan semua pihak, kami yakin kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi meskipun menghadapi tantangan El Nino ekstrem,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....