May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Perayaan Buruh yang Aman dan Inklusif

  • 29 Apr 2026 13:05 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan peringatan Hari Buruh Internasional 2026 harus menjadi momentum kebahagiaan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja di Makassar. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Asosiasi Pengusaha Indonesia bersama sejumlah serikat pekerja dan buruh Kota Makassar di Balai Kota Makassar, Selasa 28 April 2026.

Menurut Munafri yang akrab disapa Appi, Pemerintah Kota Makassar bersama seluruh pemangku kepentingan telah menyiapkan konsep perayaan yang lebih meriah dan inklusif melalui kegiatan bertajuk May Day Fest di Lapangan Karebosi. “May Day tahun ini menjadi perhatian ekstra bagi kita semua. Berbagai cara kita pikirkan dan diskusikan bersama agar perayaan ini berlangsung meriah,” ujarnya.

Ia memastikan Pemkot Makassar akan memfasilitasi penuh pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendukung demi kenyamanan peserta. Munafri juga menegaskan koordinasi telah dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah guna menjamin kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

“Kita ingin kegiatan ini berjalan dengan baik, aman, dan penuh suasana kegembiraan. Ini adalah ruang bersama antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha,” tambahnya.

Ia meminta setiap konfederasi serikat pekerja bertanggung jawab terhadap anggotanya masing-masing, termasuk menjaga ketertiban serta menggunakan atribut resmi organisasi untuk memudahkan identifikasi di lapangan. Selain itu, Munafri mendorong sinergi antara serikat pekerja dan pihak pengusaha dalam mendukung kelancaran kegiatan, termasuk penyediaan kebutuhan dasar seperti konsumsi dan minuman bagi peserta.

Sementara itu, Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, Andi Malanti, mengapresiasi keterbukaan Wali Kota Makassar yang menerima langsung audiensi para pekerja dan serikat buruh. Menurutnya, momentum silaturahmi tersebut menjadi ruang penting membangun komunikasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Ia menilai peringatan May Day yang selama ini identik dengan aksi turun ke jalan dapat dikembangkan melalui pendekatan dialog terbuka yang lebih konstruktif. “Kalau ada ruang seperti panggung dialog, lalu buruh bisa menyampaikan aspirasinya secara langsung, itu jauh lebih baik. Tinggal bagaimana kesepakatan bersama bisa dibangun,” ujarnya.

Andi berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi di Makassar, khususnya dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....