Harga Plastik Naik, Minyak Goreng di Sulsel Ikut Melonjak
- 28 Apr 2026 18:40 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Lonjakan harga minyak goreng yang terjadi belakangan ini bukan disebabkan oleh kelangkaan bahan baku, melainkan kenaikan harga bahan baku kemasan plastik yang mayoritas diimpor. Kondisi ini diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah akibat faktor geopolitik global dan kenaikan harga BBM.
"Bahan bakunya, minyaknya siap, CPO-nya oke, tidak ada kelangkaan. Hanya kemasannya sehingga menimbulkan biaya produksi," ujar Dr. Sutardjo Tui, Pengamat Ekonomi, dalam Dialog Interaktif Makassar Menyapa di RRI Pro 1 Makassar, Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia sebenarnya memiliki stok minyak goreng yang cukup. Namun, karena bahan baku plastik untuk kemasan diimpor, harga pokok produksi meningkat sehingga harga jual ikut terdongkrak.
"Karena ada kenaikan harga bahan baku plastik. Artinya karena bahan baku plastik itu diimpor, maka harga pokok untuk kemasannya itu menjadi tinggi," kata Dr. Sutardjo.
Selain faktor kemasan, Sutardjo juga mengingatkan kemungkinan adanya kartel dan permainan mafia yang memanfaatkan situasi ini. Menurutnya, kerap kali ketika terjadi kenaikan harga, ada pihak yang sengaja mengurangi stok di pasaran dengan dalih kenaikan bahan baku.
"Ada mafia yang bermain, stok yang mulai dikurangi, harganya naik dengan dalih bahwa harga plastik naik," ungkapnya.
Di sisi lain, Rahayu Juita Ghalib, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulawesi Selatan, memastikan harga minyak goreng di pasar tradisional Makassar masih terkendali di angka Rp15.700 per liter. Hal ini berkat keberadaan mitra Bulog di sejumlah pasar tradisional yang membantu menstabilkan harga.
"Minyak goreng curah di tingkat pasar tradisional harganya tetap di Rp15.700, tetapi dengan mitra Bulog yang ada di pasar tradisional itu bisa membantu menstabilkan," jelas Rahayu dalam kesempatan yang sama.
Sementara itu, untuk minyak goreng kemasan, terdapat kenaikan sebesar 3,49 persen, dari sebelumnya Rp21.500 per liter menjadi Rp22.250 per liter. Kenaikan tersebut langsung berkaitan dengan meningkatnya harga bahan baku plastik kemasan di tingkat industri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....