PP Muhammadiyah Kukuhkan 519 Da’i Muda Sulawesi Selatan

  • 25 Apr 2026 22:47 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Muhammadiyah melalui Pimpinan Pusat resmi mengukuhkan 519 Da’i Muda Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Pengukuhan berlangsung di Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 10, Makassar, Sabtu, 25 April 2026.

Acara ini dipimpin oleh Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Dr. Waluyo, Lc., M.A., dan disaksikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan Prof. Ambo Asse, para Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sulsel, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulsel, serta pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah.

Dalam sambutannya, Waluyo menyampaikan apresiasi atas capaian Majelis Tabligh PWM Sulawesi Selatan. “Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulawesi Selatan saat ini menempati peringkat pertama dalam program pelatihan muballigh di tingkat wilayah se-Indonesia. Kegiatannya paling produktif, khususnya melalui Sekolah Tabligh,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa program Majelis Tabligh terus berkembang, termasuk adanya Sertifikasi Muballigh Muhammadiyah. Peserta yang lulus akan memperoleh gelar Muballigh Muhammadiyah Pusat (MMP), dan selanjutnya berpeluang mengikuti sertifikasi tingkat internasional dengan gelar Muballigh Muhammadiyah Internasional (MMI).

Apresiasi kepada Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulsel juga diberikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse.

“Tidak ada lagi alasan kurang muballigh, kurang ustadz. Majelis Tabligh sudah memproduksi 519 Da’i Muda Muhammadiyah, dari 770 yang ikut sekolah tabligh. Kita harus menginventarisai kegiatan-kegiatan ananda semua. Dijadwalkan memberi pengajian di daerah, dijadwalkan di cabang, dijadwalkan di ranting, memberikan pengajian di amal usaha Muhammadiyah, memberikan pengajian di masjid-masjid Muhammadiyah. Ini nanti semua yang berhak mendapatkan Sertifikasi Muballigh Muhammadiyah,” kata Ambo Asse.

Para Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulsel diharapkan memanfaatkan para da’i muda alumni Sekolah Tabligh Muhammadiyah Sulsel yang umumnya sudah sarjana (S1) dan bahkan ada yang sudah magister (S2).

“Harus dimanfaatkan. Jangan sampai dibiarkan. Kalau dibiarkan, diambil oleh orang lain lagi. Amal usaha saja diambil oleh orang, apalagi kalau orang,” kata Ambo Asse sambil tersenyum.

Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulsel, Dr Nurdin Mappa, dalam sambutannya mengatakan, pengukuhan Da’i Muda Muhammadiyah bukan sekadar seremoni pengukuhan melainkan bai’at baru.

“Bai’at untuk jadi pelanjut risalah Nabi. Alumni Sekolah Tabligh bukan alumni biasa. Kalian adalah pasukan panah dakwah. Panah kalau tidak dilepas, ia hanya kayu. Alumni kalau tidak bergerak, ia hanya nama di sertifikat. Maka setelah hari ini, tidak ada kata ‘selesai sekolah’. Yang ada adalah ‘mulai bertugas’,” kata Nurdin.

Ia mengatakan, DNA Muhammadiyah yaitu KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah lewat tabligh.

“Beliau keliling kampung, keliling pasar, bukan cuma di mimbar. Beliau ajarkan Al-Ma’un, surah pendek, tapi gebrakannya panjang. Dari teologi ke aksi. Dari pengajian ke penyelesaian. Itulah Islam Berkemajuan. Islam yang tidak betah melihat umat bodoh, miskin, sakit. Maka tabligh kita bukan cuma bil lisan, tapi bil hal, bil mal, bil qolam, bil ilm,” kata Nurdin.

Para da’i muda Muhammadiyah diharapkan memahami medan dakwah hari ini. Medan dakwah sudah pindah dari surau ke TikTok, dari pengajian akbar ke grup WA, dari mimbar kayu ke podcast.

“Umat hari ini kena banjir informasi, tapi kekeringan teladan. Hoaks lebih cepat dari hadits. Joget lebih viral dari ngaji. Kalau mubaligh Muhammadiyah diam, maka ruang publik akan diisi orang yang tidak paham agama dan tidak paham Muhammadiyah,” kata Nurdin.

Ketua Panitia Pengukuhan Da’i Muda Muhammadiyah, Asnawin Aminuddin, dalam laporannya, mengatakan, ke-519 da’i muda Muhammadiyah yang telah dikukuhkan adalah alumni Sekolah Tabligh Muhammadiyah Sulsel Angkatan Kedua.

“Sekolah Tabligh Angkatan Pertama diadakan tahun lalu, dikukuhlan pada bulan Februari 2025, dengan jumlah alumni 27 orang. Sekolah Tabligh Muhammadiyah Sulsel Angkatan Kedua ini menghasilkan 519 da’i muda, dari 770 peserta secara keseluruhan. Jadi ada lebih dari 200 peserta yang tidak lulus,” kata Asnawin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....