Khutbah Jumat di Masjid RRI Mengupas Rahasia di Balik Surat Al-Fatihah

  • 24 Apr 2026 13:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Muawanah RRI Makassar pada pelaksanaan ibadah salat Jumat, 24 April 2026 atau bertepatan dengan 6 Dzulqa’dah 1447 H. Bertindak sebagai khatib, Ust. Jumardi el-Mahady, S.H.I., MH., mengupas tuntas kemuliaan dan rahasia di balik Surah Al-Fatihah sebagai induk dari segala kitab (Ummul Kitab) dalam khutbahnya yang disiarkan secara langsung melalui RRI Pro 1 dan Pro 4 Makassar, dan disiarkan melalui Kanal Youtube masjid Al Muawanah RRI Makassar.

Dalam uraiannya, Ust. Jumardi menyampaikan bahwa Al-Fatihah bukan sekadar bacaan yang dihafal sejak kecil, melainkan sebuah mukjizat yang disebut sebagai Asy-Syifa atau obat. Ia menekankan bahwa surah ini memiliki kedudukan istimewa karena merangkum seluruh isi Al-Qur'an dan menjadi wasilah penyembuh bagi penyakit fisik maupun batin bagi mereka yang meyakini keberkahannya.

Rahasia pertama yang ditekankan khatib adalah fungsi Al-Fatihah sebagai sarana dialog langsung antara hamba dan Allah SWT. Ust. Jumardi mengisahkan bagaimana Nabi Musa AS pingsan karena tidak mampu menatap cahaya Allah, namun umat Nabi Muhammad SAW diberikan keistimewaan untuk "bercakap-cakap" dengan Sang Khalik setiap kali melantunkan ayat-ayat Al-Fatihah di dalam salat.

Merujuk pada Hadis Qudsi riwayat Imam Muslim, Ust. Jumardi menjelaskan bahwa setiap potongan ayat Al-Fatihah yang dibaca dalam salat langsung dijawab oleh Allah SWT. "Saat kita berucap Alhamdulillahirabbilalamin, Allah menjawab bahwa hamba-Nya telah memuji-Nya. Begitu pula hingga akhir ayat, Allah menjanjikan akan mengabulkan apa yang diminta oleh hamba-Nya," jelasnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, Ust. Jumardi mengingatkan jamaah agar tidak terburu-buru dalam melaksanakan salat. Beliau menyoroti fenomena makmum atau individu yang mempercepat bacaan Al-Fatihah tanpa jeda, padahal setiap ayatnya merupakan momen sakral di mana Tuhan sedang memberikan jawaban langsung. Jeda di setiap akhir ayat adalah bentuk adab dalam berdialog dengan Allah.

Rahasia kedua berkaitan dengan angka 17, yang merujuk pada jumlah minimal Al-Fatihah dibaca dalam sehari semalam sesuai jumlah rakaat salat wajib. Menurutnya, pengulangan 17 kali ini adalah pengingat agar manusia tidak memulai hari dengan keluhan. Lewat ayat Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, hamba diingatkan untuk tidak mengadu di media sosial saat dirundung masalah, melainkan bersimpuh memohon pertolongan kepada Allah.

Khatib juga berpesan agar jamaah senantiasa memohon petunjuk jalan yang lurus (Ihdinas sirotol mustaqim). Mengingat manusia tidak luput dari dosa, pengulangan doa ini 17 kali dalam sehari menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk bertaubat dan kembali ke jalan yang diridhai-Nya, yakni jalan orang-orang yang diberikan nikmat dan keberkahan hidup.

Ibadah salat Jumat di Masjid Al Muawanah RRI Makassar ini berlangsung dengan tertib dan lancar. Bertindak sebagai Imam adalah Ust. Muh. Safar Aziz, sementara seruan adzan dikumandangkan oleh Farhan Syam. Pesan khutbah ini diharapkan menjadi pengingat bagi para jamaah dan pendengar setia RRI untuk lebih memaknai setiap bacaan dalam ibadah salat mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....