PDAM Makassar Jadi Rujukan, DPRD Wajo Belajar Tata Kelola Air Bersih
- 24 Apr 2026 08:47 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kinerja Perumda Air Minum Kota Makassar yang terus membaik menjadikan perusahaan daerah tersebut sebagai referensi pengelolaan air bersih bagi daerah lain. Hal itu terlihat saat rombongan DPRD Kabupaten Wajo melakukan kunjungan kerja ke Kantor PDAM Makassar, Kamis, 23 April 2026.
Rombongan yang dipimpin Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, diterima Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, bersama Plt Direktur Umum Andi Taufiq Aris di ruang rapat direksi.
Kunjungan tersebut bertujuan melakukan konsultasi dan koordinasi terkait pengelolaan perusahaan air minum daerah, mulai dari aspek regulasi, manajemen operasional, hingga strategi peningkatan pelayanan masyarakat.
Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, mengatakan pihaknya datang untuk mencari referensi dalam upaya pembenahan PDAM di daerahnya. Menurut dia, PDAM Wajo masih menghadapi sejumlah kendala, terutama tingginya biaya produksi akibat kualitas air baku dari Danau Tempe yang memerlukan proses pengolahan lebih kompleks.
"Kami melihat Makassar sudah menunjukkan kemajuan, terutama dalam efisiensi dan manajemen. Ini menjadi bahan pembelajaran bagi kami di Wajo," ujarnya.
Sementara itu, Plt Dirut PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, memaparkan kondisi perusahaan yang terus berbenah melalui penguatan efisiensi, tata kelola, serta peningkatan kualitas layanan air bersih. Ia menyebut kondisi keuangan perusahaan dalam setahun terakhir mengalami peningkatan signifikan.
Saldo kas yang sebelumnya berada di kisaran Rp3 miliar, kini meningkat menjadi sekitar Rp71 miliar.
"Ini hasil dari upaya efisiensi yang konsisten. Kami menjaga likuiditas agar perusahaan tetap sehat dan mampu berinvestasi untuk pelayanan ke depan," kata Andi Syahrum.
Ia menegaskan, PDAM tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengemban fungsi sosial. Distribusi air bersih melalui mobil tangki tetap dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang belum menjadi pelanggan resmi.
Di sisi lain, Plt Direktur Umum Andi Taufiq Aris menjelaskan, pihaknya tengah mendorong transformasi pelayanan berbasis digital serta penurunan tingkat kebocoran air sebagai prioritas pembenahan.
"Ke depan, kami ingin sistem layanan PDAM seperti perbankan, dengan aplikasi yang memudahkan semua proses," ujarnya.
Menurutnya, pembenahan internal dan kedisiplinan pegawai juga menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor air bersih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....