UTBK SNBT Unhas 2026 Diikuti Enam Peserta Disabilitas dengan Fasilitas Khusus

  • 22 Apr 2026 09:52 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sebanyak enam peserta disabilitas dari total 18.871 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Hasanuddin (Unhas) pada 21–28 April 2026. Kehadiran peserta disabilitas ini menjadi bagian penting dari komitmen Unhas dalam menghadirkan seleksi yang inklusif dan setara bagi seluruh calon mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Muhammad Ruslin mengatakan enam peserta disabilitas tersebut terdiri dari tiga tuna rungu, satu tuna wicara, dan dua tuna daksa. "Di Unhas tidak terdapat peserta tuna netra yang mengikuti UTBK. Adapun penempatan difabel tuna netra diatur dan ditentukan oleh pusat dari seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru," ujarnya.

Ia menjelaskan, pihak panitia telah menyiapkan lokasi ruang ujian khusus bagi peserta disabilitas yang ditempatkan di lantai satu untuk mempermudah akses. Penempatan ini dirancang agar peserta disabilitas dapat menjangkau ruang ujian dengan lebih aman dan nyaman tanpa hambatan mobilitas.

Adapun terkait pendampingan, ia menegaskan bahwa fasilitas di dalam ruang ujian untuk peserta disabilitas sudah tersedia lengkap, baik untuk tuna rungu maupun tuna wicara. Dengan dukungan tersebut, peserta disabilitas tidak diperkenankan membawa pendamping ke dalam ruang ujian guna menjaga standar keadilan dan mencegah potensi kecurangan. "Jadi tidak perlu didampingi karena istilahnya kalau ada pendampingan takutnya lagi, ini hanya soal untuk kita melakukan mitigasi sehingga tidak ada kecurigaan pada penyelenggaraan ujian yang bisa lebih adil," ujarnya. Pendekatan ini menegaskan bahwa penyelenggaraan UTBK tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi tanpa mengurangi kenyamanan peserta disabilitas.

Ia melanjutkan, Unhas telah melakukan berbagai persiapan awal demi suksesnya pelaksanaan UTBK, mulai dari web survei, koordinasi awal panitia, hingga pengecekan infrastruktur seperti listrik, air, CCTV, dan genset. Kesiapan ini memastikan seluruh peserta, termasuk peserta disabilitas, dapat mengikuti ujian tanpa kendala teknis.

"Semua infrastruktur ini harus siap dan mudah-mudahan dalam penyelenggaraan dari tanggal 21 hari ini sampai tanggal 28 nanti tidak ada masalah teknis yang akan terjadi," ujarnya. Selain itu, Unhas juga memperkuat koordinasi teknis untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama ujian berlangsung.

Pihaknya juga menambah perangkat jammer atau penghambat sinyal di seluruh ruang ujian sebagai bagian dari upaya mitigasi kecurangan. Sistem ini turut mendukung pelaksanaan ujian yang adil bagi seluruh peserta, termasuk peserta disabilitas yang membutuhkan lingkungan ujian yang kondusif.

Unhas juga memperkuat pengadaan alat tulis kantor (ATK) serta menyusun buku saku pedoman bagi peserta, penanggung jawab lokasi, wakil penanggung jawab lokasi, dan para pengawas. Seluruh panduan ini dirancang agar proses ujian berjalan tertib dan mudah dipahami, termasuk oleh peserta disabilitas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....