Rektor Unhas Ancam Blacklist Seumur Hidup bagi Pelaku Curang UTBK SNBT 2026
- 22 Apr 2026 08:48 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Jamaluddin Jompa, memberi peringatan keras terhadap pihak-pihak yang mencoba bermain curang saat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Unhas.
Sikap tegas ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya menjaga integritas seleksi nasional yang menjadi gerbang awal bagi calon mahasiswa memasuki perguruan tinggi. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa Unhas memandang UTBK bukan sekadar ujian, melainkan proses strategis dalam mencetak generasi masa depan.
“Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) adalah kegiatan nasional. Sehingga kita tidak bisa memandang ini sebagai kegiatan biasa, di sinilah calon pemimpin bangsa disaring, diuji untuk bagaimana lolos di perguruan tinggi favorit masing-masing,” ujar Prof Jamaluddin Jompa saat konferensi pers di kampus Unhas, Selasa 21 April 2026.
Semua ruangan, kata Jamaluddin Jompa, telah dipastikan memiliki sistem keamanan yang ketat dan terlindungi dari potensi kecurangan. Unhas, lanjutnya, telah belajar dari berbagai kasus sebelumnya yang kerap terjadi setiap tahun, sehingga peningkatan pengawasan kini dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan teknologi dan sumber daya manusia yang lebih kuat.
“Kami di Unhas berusaha semaksimal mungkin sehingga seluruh pimpinan harus menggunakan berbagai ilmu. Kita juga akan melibatkan seluruh aparat keamanan yang sesuai kebutuhan untuk menjaga anak-anak kita, untuk menjaga dari pihak-pihak yang berusaha curang saat ujian,” tuturnya.
Ia pun memberi peringatan keras kepada siapa pun yang mencoba berbuat curang dalam pelaksanaan UTBK di Unhas. Menurutnya, tidak akan ada toleransi bagi pelanggaran dalam proses seleksi ini.
“Saya peringatkan kepada siapa pun di luar sana yang mencoba-coba, anda semua akan menghadapi kekuatan besar. Kami tidak main-main, dan sekali kedapatan maka itu akan di-blacklist selamanya,” tegas Prof Jamaluddin Jompa.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa praktik curang yang mungkin lolos di tahap awal tetap berisiko terungkap di tahap berikutnya. Unhas, kata dia, memiliki sistem verifikasi berlapis yang terus berjalan bahkan setelah peserta dinyatakan lulus.
“Itu akan jauh lebih menyakitkan, karena mungkin sudah selamatan. Bahkan mungkin sudah lolos semester satu, tapi setelah semester dua ketahuan kami pun akan mengeluarkan yang bersangkutan,” ucapnya. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Unhas tidak hanya fokus pada seleksi awal, tetapi juga menjaga integritas mahasiswa selama proses akademik berlangsung.
“Ini warning besar untuk yang masih mau coba-coba curang. Mudah-mudahan dengan demikian tidak ada lagi yang mencoba-coba,” pesan Prof Jamaluddin Jompa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....