UTBK-SNBT UNM 2026, Ini Daftar Program Studi Favorit Jadi Rebutan Calon Mahasiswa
- 22 Apr 2026 08:32 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Pusat UTBK UNM. Pelaksanaan UTBK di UNM berlangsung selama sepekan, mulai 21 hingga 28 April 2026, dengan total 16 sesi ujian yang dibagi ke dalam dua sesi setiap hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi mengungkapkan bahwa minat calon mahasiswa melalui jalur SNBT tahun ini mencapai 30.369 orang. Lonjakan ini memperlihatkan tren peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menegaskan daya tarik UNM sebagai destinasi utama dalam memilih program studi di kawasan Indonesia Timur.
Sepuluh program studi dengan jumlah peminat tertinggi pada SNBT 2026 di UNM masih didominasi oleh bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga teknologi. Program studi Manajemen menjadi yang paling diminati dengan 1.778 peminat, disusul program studi Akuntansi Sarjana Terapan sebanyak 1.642 peminat, Psikologi 1.397 peminat, Administrasi Kesehatan 1.382 peminat, serta PGSD Kampus Makassar dengan 1.370 peminat.
Selain itu, sejumlah program studi lain seperti Bimbingan dan Konseling, Tata Busana, Gizi, Akuntansi, hingga Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) juga masuk dalam daftar favorit calon mahasiswa tahun ini. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran minat ke program studi yang dinilai memiliki prospek kerja luas dan relevan dengan kebutuhan industri modern, termasuk sektor digital dan layanan kesehatan.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan UTBK, UNM menyiapkan 22 lokasi ujian dengan total 48 ruang yang mampu menampung hingga 1.092 komputer dalam satu sesi. Ketersediaan fasilitas ini menjadi faktor penting dalam menunjang peserta yang bersaing masuk ke berbagai program studi agar dapat mengikuti ujian secara optimal tanpa kendala teknis.
UNM menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas dan profesionalitas selama pelaksanaan ujian berlangsung. Seluruh pengawas diarahkan untuk bekerja secara objektif, disiplin, dan aktif dalam mengawasi guna mencegah potensi kecurangan, sehingga proses seleksi program studi berjalan secara adil dan transparan.
Berbagai standar operasional prosedur (SOP) dan mitigasi risiko juga telah disiapkan secara menyeluruh. Mulai dari pengaturan kedatangan peserta, proses identifikasi, penanganan keterlambatan, hingga antisipasi gangguan teknis seperti listrik, jaringan internet, perangkat, kondisi cuaca, hingga potensi kemacetan di sekitar lokasi ujian, semuanya dirancang untuk memastikan peserta dapat fokus mengerjakan ujian demi meraih program studi yang diinginkan.
“Layanan inklusif bagi peserta berkebutuhan khusus juga menjadi perhatian penting. Ketersediaan pengawas khusus merupakan bagian dari komitmen UNM untuk menghadirkan seleksi yang adil, aksesibel, dan bermartabat bagi semua peserta,” tutup Prof. Farida.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....