Polsek Rappocini Membina Keagamaan Remaja Pelaku Penyerangan

  • 21 Apr 2026 17:46 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Polsek Rappocini memberikan perhatian khusus terhadap anak yang terlibat kenakalan remaja. Personel Polsek Rappocini melaksanakan pembinaan keagamaan terhadap dua remaja yang sebelumnya diamankan terkait kasus pesta minuman keras dan aksi penyerangan terhadap warga.

Pembinaan keagamaan terhadap remaja yang terlibat minuman keras tersebut berlangsung di Musolah Markas Polsek Rappocini, Selasa, 21 April 2026. Pembinaan rohani remaja yang melakukan pelanggaran ganguan keamanan masyarakat di dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Muh. Ali Djaras, S.H., M.H., bersama Aiptu Umar Z.

Dalam pembinaan keagamaan kedua remaja yang terlibat minuman keras dan penyersngan, keduanya diberikan nasihat serta pemahaman keagamaan sebagai bagian dari pembinaan mental dan moral. Mereka juga diajak untuk menyadari dampak negatif dari pergaulan bebas yang berdampak kepada tindakan kejahatan, khususnya konsumsi minuman keras dan tindakan kekerasan.

“Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Kesalahan yang terjadi harus menjadi pelajaran agar ke depan bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi perbuatan yang sama jika rajin beribadah,” ujar Iptu Muh. Ali Djaras kepada kedua remaja.

Iptu Nuh. Ali Djalas mengatakan bahwa keterlibatan remaja dalam minuman keras dan aksi kekerasan tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa masa depan kalian masih panjang, hindari pergaulan negatif, perbanyak kegiatan positif, dan dekatkan diri kepada Tuhan,” tambahnya.

Selain pemberian nasihat, kegiatan juga diisi dengan pembinaan spiritual guna menanamkan nilai-nilai moral dan tanggung jawab sosial kepada para remaja.

Menurut Iptu Ali Jaras, langkah pembinaan keagamaan terhadap remaja yang terlibat tindakan gangguan keamanan, merupakan bagian dari pendekatan humanis Polsek Rappocini, yang tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga upaya edukatif dan preventif. “Pendekatan seperti ini kami lakukan agar para remaja tidak hanya jera, tetapi juga benar-benar berubah dan kembali ke lingkungan masyarakat dengan perilaku yang lebih baik,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku dapat mengambil hikmah dari peristiwa yang dialami serta tidak kembali terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum, sekaligus menjadi contoh positif di lingkungan sekitarnya,"Tambahnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....