Cerita Rintik Sedu Dibalik Novel Terbarunya
- 20 Apr 2026 14:10 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Penulis novel dan penyiar podcast yang dikenal dengan nama pena Rintik Sedu, kembali mengeluarkan karya terbarunya, dan kali ini novel ke enamnya mengangkat kisah tentang “Musim yang Tak Sempat Kita Miliki”. Nadhifa Alya Tsana berbagi cerita tentang proses karya terbarunya yang membutuhkan waktu hingga setengah tahun untuk terbit.
Dalam sesi book tour, yang dilaksanakan di Gramedia Pettarani, Tsana bercerita tentang pengalamannya melakukan observasi sampai akhirnya bukui tersebut terbit, “Untuk prosesnya, aku mendapatkan ide, lalu merangkai cerita, riset sampai benar-benar terbit membutugkan waktu setengah tahun,”ucapnya Minggu 19 April 2026
Ia menyatakan dalam novel ini mengambil latar cerita berkaitan dengan dua dunia industri berbeda, yaitu industri parfum dan dunia penerbitan buku. Kedua latar ini dipilih untuk memberikan warna baru untuk alur cerita yang disusun, termasuk juga dengan latar yang menjadi tantangan tersendiri.
Menurutnya, dengan latar industri yang dipilihnya tentu membutuh pemahaman yang mendalam. Untuk itu, melakukan riset langsung untuk memahami dinamika di dalam kedua industri terseut.
“Secara personal gak terlalu (ide penulisan, red), cuma karena aku bawa dua industri dalam buku ini ada parfum, ada editor buku gitu, kantor penerbitan. Aku banyak riset ke kantor parfum, ke penerbitan aku supaya lebih parfum dan lebih editor banget ketika dibaca," katanya.
Lebih jauh, Tsana juga bercerita jika novel terbarunya ini memiliki nuansa berbeda jika dibandingkan dengan karya-karya sebelumnya, perbedaan ini terlihat dari pendekatan secara emosional yang digunakannya dalam menyusun alur cerita, jika sebelumnya cerita yang dihadirkan cenderung menghadirkan konflik emosional yang berat, pada novel ini ingin menghadirkan suasana yang lebih ringan
“Aku merasa dalam buku ini lebih ceria nulisnya, karena buku aku pertama happy ending, jadi ternyata seru juga ya bikin buku yang happy ending, ga bikin buku yang nyebelin-nyebelin. Jadi aku sangat happy dengan buku ini sih," ujarnya.
Menurutnya, semua ini tidak terlepas dari keinginannya untuk untuk menghadirkan pengalaman membaca yang berbeda bagi pembaca setianya, tentunya diharapkan para pembaca nya dapat merasakan pengalaman emosional yang lebih hangat. Hal tersebut juga menjadi bentuk pembaruan dalam perjalanan karya-karyanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....