Sekolah Rakyat Wajah Baru Pendidikan Adaptif dan Inklusif
- 20 Apr 2026 09:40 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar — Program Makassar Menyapa Pagi edisi Senin, 20 April 2026, mengangkat topik “Sekolah Rakyat, Wajah Baru Pendidikan Adaptif dan Inklusif” sebagai upaya melihat arah baru pendidikan yang lebih merangkul semua lapisan masyarakat. Dialog interaktif yang dipandu Arfan Yusri ini menghadirkan Yeni Rahman, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai narasumber memberikan pandangan strategis terkait konsep pendidikan tersebut.
Dalam dialog, Yeni Rahman menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi untuk menjawab ketimpangan akses pendidikan yang masih terjadi di berbagai daerah. “Pendekatan adaptif menjadi kunci agar sistem pendidikan mampu menyesuaikan dengan kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat. Sekolah Rakyat ini bukan sekadar alternatif semata, tetapi menjadi jembatan agar semua anak, tanpa terkecuali, bisa mendapatkan hak pendidikan yang layak,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya inklusivitas dalam sistem pendidikan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak dari keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, hingga mereka yang berada di wilayah terpencil. Menurutnya, konsep Sekolah Rakyat dirancang agar tidak ada lagi sekat dalam memperoleh pendidikan.
“Kita tentunya ingin memastikan bahwa pendidikan itu tidak eksklusif, tetapi benar-benar terbuka dan bisa diakses oleh siapa saja,” tambah Yeni.
Dalam konteks implementasi, Yeni Rahman mengungkapkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat dibutuhkan. “Keberhasilan Sekolah Rakyat tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Sinergi menjadi faktor utama dalam hal ini kan dari Kementerian Sosial juga Kementerian Pendidikan, karena pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan perlunya inovasi dalam metode pembelajaran agar lebih fleksibel dan relevan dengan perkembangan zaman. Pendekatan berbasis kebutuhan lokal dinilai mampu meningkatkan efektivitas pendidikan di lapangan.
“Kita harus berani berinovasi, menyesuaikan kurikulum dengan realitas yang dihadapi masyarakat agar pembelajaran lebih bermakna,” katanya.
Yeni Rahman juga mengingatkan pentingnya penguatan kualitas tenaga pendidik dalam mendukung konsep Sekolah Rakyat. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adaptif.
“Guru bukan hanya pengajar semata, tetapi juga harus bisa sebagai fasilitator yang mampu memahami kondisi peserta didiknya secara menyeluruh,” ungkapnya.
Di akhir dialog, ia berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi model pendidikan masa depan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga membangun karakter dan kemandirian siswa. “Harapan kita, Sekolah Rakyat ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh dan berdaya saing,” tutup Yeni Rahman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....