Unismuh Makassar Evaluasi Renstra Hadapi Reakreditasi

  • 19 Apr 2026 16:00 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar rapat evaluasi Rencana Strategis (Renstra) dengan menghadirkan Guru Besar Manajemen Universitas Hasanuddin, Indrianty Sudirman, pada Sabtu, 18 April 2026, di Ruang Senat Lantai 17 Gedung Iqra Kampus Unismuh Makassar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam menata ulang arah pengembangan institusi sekaligus menyesuaikan dokumen strategis dengan perubahan kebijakan akreditasi perguruan tinggi.

Rapat yang diikuti jajaran pimpinan universitas, para wakil rektor, kepala badan dan lembaga, hingga dekan tersebut berlangsung dalam suasana serius namun tetap dinamis. Forum ini tidak sekadar membahas aspek administratif, melainkan menjadi ruang refleksi untuk membaca tantangan zaman, menyusun prioritas, serta menjaga kesinambungan capaian institusi yang telah diraih dalam beberapa tahun terakhir.

Rektor Unismuh Makassar, Abd. Rakhim Nanda, dalam sambutannya menegaskan bahwa revisi Renstra merupakan kebutuhan mendesak agar institusi mampu beradaptasi dengan regulasi baru kementerian. Ia menyebutkan bahwa langkah ini juga menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi reakreditasi institusi yang dijadwalkan pada tahun 2029 mendatang.

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir Unismuh telah mencatat pertumbuhan signifikan, khususnya dalam penambahan program studi yang meningkat dari 58 menjadi 73. Selain itu, berbagai capaian eksternal seperti pengakuan dalam pemeringkatan kawasan Asia turut memperkuat posisi universitas di tingkat nasional maupun internasional.

“Yang paling utama adalah bagaimana status-status yang sudah dimiliki itu menjadi habituasi dalam mengelola institusi,” ujar Rakhim Nanda, menekankan pentingnya menjaga konsistensi kualitas dalam pengelolaan perguruan tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan organisasi di tengah pertumbuhan institusi. Ia menilai, dinamika internal harus dikelola secara bijak agar tidak menimbulkan gesekan yang berpotensi menghambat kinerja dan semangat kolektif civitas akademika.

Sebelum sesi utama dimulai, kegiatan diawali dengan pengajian yang disampaikan oleh Dahlan Lamabawa. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh pimpinan kampus untuk mensyukuri berbagai capaian Unismuh, mulai dari status unggul, dukungan mitra profesional, hingga peningkatan jumlah dosen dengan jenjang akademik tinggi serta keberhasilan memperoleh pendanaan penelitian.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Unismuh, Burhanuddin, yang bertindak sebagai moderator menegaskan pentingnya penyesuaian Renstra terhadap kebijakan akreditasi terbaru. Ia menyebutkan bahwa dokumen sebelumnya masih berbasis sembilan kriteria, sementara kebijakan baru telah beralih ke enam kriteria yang menuntut perubahan mendasar dalam perencanaan.

Menurutnya, perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada format dokumen, tetapi juga pada indikator kinerja utama serta arah diferensiasi misi perguruan tinggi. Oleh karena itu, proses evaluasi Renstra harus dilakukan secara komprehensif dan melibatkan seluruh elemen strategis kampus.

Kehadiran Indrianty Sudirman dalam forum tersebut memberikan perspektif akademik sekaligus praktis. Selain sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, ia juga memiliki pengalaman sebagai asesor BAN-PT serta asesor akreditasi internasional di berbagai kawasan seperti Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

Melalui kegiatan ini, Unismuh Makassar menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada mutu. Evaluasi Renstra menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap capaian tidak hanya bersifat simbolik, tetapi mampu diimplementasikan secara nyata dalam pengembangan institusi ke depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....