Pancasila Buddhis, Lima Tekad Moral yang Lebih Dari Sekadar Istilah

  • 15 Apr 2026 02:45 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pancasila Buddhis adalah lima latihan kemoralan yang wajib dijalankan seluruh umat Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Kelima sila ini dibacakan setiap sesi puja bakti mingguan di wihara sebagai pengingat agar umat selalu menjalankannya dalam setiap sendi kehidupan.

Upacarika Rowin Trianzil menjelaskan hal tersebut dalam program Mimbar Agama Buddha RRI Pro 1 Makassar, Selasa, 14 April 2026. Ia menegaskan bahwa Pancasila Buddhis bukan sekadar hafalan, melainkan tekad nyata untuk mengendalikan perilaku agar tidak merugikan diri sendiri maupun makhluk lain. "Pancasila Buddhis adalah tekad untuk melatih diri di dalam mengendalikan perilaku kita, agar tidak merugikan diri sendiri maupun makhluk lain." Ujarnya.

Sila pertama adalah tekad melatih diri untuk menghindari pembunuhan makhluk hidup. Sila kedua, menghindari mengambil barang yang tidak diberikan atau mencuri. Sila ketiga, menghindari perbuatan asusila atau perzinahan.

Sila keempat adalah tekad menghindari ucapan bohong, termasuk fitnah, kata-kata kasar, dan gosip. Sila kelima, menghindari konsumsi zat yang dapat melemahkan kesadaran.

Upc. Rowin Trianzil menambahkan bahwa ada dua pendorong utama seseorang menjalankan sila ini. Pertama adalah hiri, yaitu rasa malu untuk berbuat jahat. Kedua adalah otapa, yaitu rasa takut akan akibat dari perbuatan buruk. "Andai saja semua orang di dunia ini bisa memiliki hiri dan otapa, maka secara otomatis orang akan terdorong untuk menjalankan sila tidak membunuh, tidak mencuri, dan seterusnya." Tanbahnya.

Kelima sila ini, menurut Upc. Rowin Trianzil, sejalan dengan nilai-nilai dasar Pancasila negara Indonesia, meski memiliki makna dan akar ajaran yang berbeda. Keduanya sama-sama bertujuan membentuk manusia yang bermartabat dan berkeadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....