Sinergi Muhammadiyah-Pemkot: Fokus Pendidikan, Sampah,dan Ekonomi Warga

  • 12 Apr 2026 17:54 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Wali Kota Munafri Arifuddin terus memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan organisasi Muhammadiyah di Kota Makassar. Fokus kerja sama diarahkan pada sektor strategis seperti pendidikan, pengelolaan sampah, hingga pengembangan urban farming.

Hal itu disampaikan Munafri, yang akrab disapa Appi, saat menghadiri kegiatan Syawalan 1447 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar di Gedung BBPMP Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Minggu 12 Maret 2026. Dalam sambutannya, Appi menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Muhammadiyah atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan kota.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan kemajuan Makassar. “Pertemuan ini mungkin bukan yang pertama, tetapi menjadi bagian penting bagaimana pemerintah kota bersama organisasi besar seperti Muhammadiyah terus membangun sinergi,” ujarnya.

Ia menilai Muhammadiyah merupakan elemen penting dalam pembangunan, dengan jaringan luas yang mampu berkontribusi di berbagai sektor, mulai pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat. Di sektor pendidikan, Appi menegaskan sekolah-sekolah Muhammadiyah harus tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

Pemerintah Kota Makassar juga mendorong skema kerja sama agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat diarahkan ke sekolah Muhammadiyah dengan pembiayaan ditanggung pemerintah kota. Selain pendidikan, Munafri menyoroti persoalan sampah di Makassar yang mencapai sekitar 1.000 ton per hari.

Ia mengajak Muhammadiyah turut berperan aktif melalui edukasi masyarakat terkait pemilahan dan pengolahan sampah. Menurutnya, sampah juga memiliki nilai ekonomi. Sampah plastik, misalnya, memiliki nilai jual Rp6.000 hingga Rp8.000 per kilogram, sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos.

“Ini bisa menjadi peluang, sumber penghasilan tambahan bagi keluarga, khususnya ibu rumah tangga, jika dikelola dengan baik,” katanya.

Pemkot Makassar saat ini juga mengembangkan pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga, termasuk pemanfaatan maggot sebagai pengurai sampah. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus mendukung urban farming.

Appi bahkan mengusulkan kader Muhammadiyah membina minimal dua lorong sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah terintegrasi. “Dari sampah menjadi maggot, dari maggot menjadi pakan ternak, dari kompos menjadi pupuk, lalu kita gunakan untuk urban farming,” terangnya.

Selain itu, ia mengungkapkan Makassar tengah mendapat peluang investasi pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah senilai Rp3 triliun. Proyek tersebut diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi persoalan lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menutup sambutannya, Munafri menegaskan bahwa tantangan pembangunan hanya bisa diselesaikan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. “Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Tidak ada yang bisa menyelesaikan ini sendiri, kecuali dengan membangun kolaborasi dan kerja sama,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....