Wagub Sulsel Ajak Manfaatkan Lingkungan Sekolah untuk Tanaman Obat Keluarga

  • 12 Apr 2026 07:52 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Upaya membangun budaya peduli lingkungan sejak usia sekolah terus diperkuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan pendekatan yang semakin konkret dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya menekankan kebersihan, tetapi juga mengarah pada pemanfaatan lingkungan sekolah secara produktif, termasuk pengembangan tanaman obat keluarga sebagai bagian dari edukasi praktis bagi siswa.

Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, turun langsung mengedukasi siswa tentang pentingnya pemilahan sampah saat mengunjungi SMA Negeri 7 Sidrap, Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, sekaligus memperkuat karakter siswa agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Fatmawati tidak hanya meninjau proses belajar mengajar, tetapi juga melihat langsung praktik pemilahan sampah yang telah diterapkan di lingkungan sekolah. Ia menilai langkah ini sebagai fondasi penting dalam membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan, yang nantinya dapat terintegrasi dengan kegiatan lain seperti pemanfaatan lahan untuk tanaman obat keluarga.

Ia mengapresiasi langkah pihak sekolah yang dinilai telah menanamkan kesadaran lingkungan kepada siswa sejak dini. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dapat menjadi awal dari perubahan besar dalam menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang edukasi lain yang lebih luas.

“Saya apresiasi di sekolah ini sudah memilah sampah. Yang utama adalah setiap siswa harus bertanggung jawab atas sampahnya, sehingga terbentuk budaya peduli lingkungan sejak dini,” ujar Fatmawati dalam keterangan resminya, Sabtu 11 April 2026.

Menurutnya, pemilahan sampah organik, anorganik, hingga bahan berbahaya dan beracun (B3) bukan hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika dikelola secara tepat. Bahkan, limbah organik dapat dimanfaatkan sebagai kompos untuk mendukung pengembangan tanaman obat keluarga di lingkungan sekolah.

Sebagai bentuk dukungan, Fatmawati turut menyerahkan bantuan tempat sampah khusus plastik, seperti botol dan gelas, guna menunjang sistem pengelolaan sampah yang lebih optimal di sekolah. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sekaligus mendukung kegiatan edukasi lingkungan berbasis praktik.

Ia menegaskan, edukasi pengelolaan sampah harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. "Pendekatan ini penting agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam merawat tanaman obat keluarga sebagai bagian dari gaya hidup sehat," ucap Fatmawati.

Fatmawati berharap Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan demikian, budaya peduli lingkungan dapat tumbuh secara alami dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

Fatmawati mengajak pihak sekolah memanfaatkan lahan yang tersedia untuk tanaman produktif, seperti tanaman obat keluarga (TOGA) dan tanaman pangan sederhana yang dapat memberikan nilai tambah bagi warga sekolah, baik dari sisi kesehatan maupun edukasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....