Kemenag Sulsel Awali Proyek Surat Berharga Syariah Negara 2026
- 10 Apr 2026 21:35 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan mengawali pelaksanaan Program Kegiatan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2026 dengan menggelar entry meeting yang melibatkan berbagai pihak terkait. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan setiap proyek pembangunan dapat dilaksanakan secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Jumat, 10 April 2026.
Pertemuan yang digelar di kantor Kanwil Kemenag Sulsel tersebut dihadiri unsur pengawasan dan pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Polda Sulawesi Selatan, serta tim teknis dari Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan.
Selain itu, jajaran internal Kanwil Kemenag Sulsel juga turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan perencanaan, serta pengelola kegiatan yang terlibat dalam pelaksanaan proyek SBSN.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid mengatakan bahwa kegiatan entry meeting ini menjadi forum koordinasi awal bagi seluruh pihak yang terlibat agar memiliki pemahaman yang sama terkait mekanisme pelaksanaan proyek.
Menurutnya, koordinasi sejak tahap awal sangat penting untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, proses pengadaan, hingga pelaksanaan pembangunan, dapat berjalan tertib dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Tahun ini terdapat sembilan proyek pembangunan yang didanai melalui SBSN di Sulawesi Selatan. Karena itu diperlukan pengawalan bersama agar seluruh proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan selesai tepat waktu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan aparat pengawasan serta instansi teknis sejak awal merupakan langkah preventif guna meminimalkan potensi kendala dalam pelaksanaan proyek pembangunan.
“Kami ingin memastikan setiap tahapan berjalan dengan baik serta kualitas pembangunan tetap terjaga. Dengan keterlibatan berbagai pihak sejak awal, setiap potensi kendala dapat dibahas bersama dan segera dicarikan solusi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ali Yafid menegaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana melalui skema SBSN memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan Kementerian Agama, terutama pada sektor pendidikan madrasah serta pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional sehingga proyek pembangunan yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag Sulsel berharap pelaksanaan program SBSN Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan efektif, transparan, serta mampu memperkuat tata kelola pembangunan di lingkungan Kementerian Agama.(*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....