Nasib Pariwisata di tengah Lonjakan Harga Tiket Pesawat
- 08 Apr 2026 20:39 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Sektor pariwisata kembali menghadapi tantangan serius seiring dengan tren kenaikan harga tiket pesawat yang kian melambung. Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai penurunan jumlah kunjungan wisatawan domestik ke berbagai destinasi unggulan, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Isu krusial ini menjadi pokok bahasan utama dalam Dialog Interaktif di PRO1 RRI Makassar pada edisi siar Rabu, 8 April 2026.
Hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Pariwisata Maros, H. Suwardi Sawedi, S.E., M.Si., memberikan pandangannya terkait dampak langsung yang dirasakan daerah. Dalam dialog yang dipandu oleh Arfan Yusri, Suwardi mengakui bahwa fluktuasi harga transportasi udara merupakan variabel luar yang sulit dikontrol namun sangat berpengaruh pada ekosistem pariwisata daerah termasuk kabupaten Maros..
Menurut Suwardi, Kabupaten Maros yang memiliki objek wisata kelas dunia seperti Geopark Maros-Pangkep sangat bergantung pada aksesibilitas transportasi. “Lonjakan harga tiket dikhawatirkan akan mengubah perilaku calon wisatawan yang semula ingin berkunjung ke Sulawesi Selatan menjadi lebih memilih destinasi jarak pendek saja yang bisa ditempuh lewat jalur darat,” jelasnya.
Dalam sesi dialog tersebut, Suwardi juga menekankan pentingnya inovasi agar daya tarik wisata tetap terjaga meski biaya perjalanan meningkat. Beliau menyatakan."Kita tidak bisa hanya berdiam diri melihat kondisi harga tiket ini. Fokus kita saat ini adalah memperkuat daya saing destinasi melalui peningkatan layanan dan paket wisata yang lebih terjangkau di tingkat lokal, sehingga wisatawan tetap merasa worth it untuk datang ke Maros,” kata Suwardi.
Lebih lanjut, Suwardi menjelaskan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan promo-promo menarik. “Strategi ini diharapkan dapat menjadi kompensasi bagi wisatawan yang harus merogoh kocek lebih dalam untuk transportasi. Penguatan sektor UMKM di sekitar lokasi wisata juga menjadi prioritas agar perputaran ekonomi tetap terjaga”.tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Maros juga mulai melirik potensi wisatawan lokal dan regional sebagai pilar penyangga utama saat pasar nasional terkendala biaya tiket. Dengan mengoptimalkan kunjungan dari kabupaten tetangga atau sesama wilayah di Sulawesi, diharapkan tingkat okupansi hotel dan kunjungan objek wisata seperti Bantimurung tidak mengalami kemerosotan yang tajam.
Sebagai penutup, Suwardi mengajak seluruh pelaku industri pariwisata untuk tetap optimis dan terus berkolaborasi. “ Saya berharap ada kebijakan dari pemerintah pusat nantinya yang mampu menyeimbangkan beban operasional maskapai dengan keterjangkauan daya beli masyarakat, demi keberlangsungan industri pariwisata yang baru saja bangkit sepenuhnya.Tapi tetap optimis dan tentu mari berjuang bersama agar pariwisata kita tetap bisa survive,” tutup suwardi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....