Tangani Sampah, Munafri Arifuddin Minta Camat dan Lurah Berinovasi
- 06 Apr 2026 12:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Dalam menangani sampah di Makassar, dibutuhkan inovasi sistem persampahan dari setiap kelurahan, mengingat saat ini 800 ton per hari sampah yang dihasilkan di Kota Makassar dengan kapasitas angkut hanya 67 persen artinya lebih dari 30 persen terdapat sampah yang tidak terangkut.
"Seperti kemarin saya di Kecamatan Biringkanayya di Kelurahan Berua, ada ibu dokter, dia ingin menjadikan Kelurahan Berua sebagai kelurahan herbal sehingga seluruh masyarakat di ajak menanam tanaman herbal. Lalu herbal ini bisa dijual oleh masyarakat di situ. Hal-hal seperti ini yang dibutuhkan supaya bisa menggerakkan masyarakat di dalamnya,"kata Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Senin 6 April 2026.
Munafri menegaskan inovasi seperti ini harus hadir di setiap 153 kelurahan. "Jadi minimal ada 1 RW, 1 kelurahan jadi percontohan bebas sampah yang mengelola sistem persampahan secara terintegrasi. Wajib. Semua kelurahan,"ungkapnya.
Selain itu, inovasi sistem persampahan lainnya yakni Teba atau metode pengelolaan sampah organik berupa sisa makanan yang dihasilkan oleh rumah tangga dan bisa dijadikan kompos.
"Jadi buat Teba ini, tempat membuat kompos semua sampah rumah tangga masuk ke dalam tempat ini dan setiap hari ditutup dengan material coklat atau daun kering inilah yang mengurai,"jelas Appi sapaan akrabnya.
Appi menyebut saat ini untuk inovasi Teba ini sudah diwajibkan 153 kelurahan menerapkan hal ini.
Sementara itu Camat Wajo, Ivan Kalalembang mengaku untuk inovasi Teba ini sudah sementara berjalan di Kecamatan Wajo. "Jadi Teba ini sudah running juga, jadi untuk sisa sampah organik rumah tangga kami kelola secara mandiri,"tutur Ivan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....