Mewujudkan Mandala Nir-Wasita, Sinergi Digital untuk Keamanan Anak di Era AI

  • 05 Apr 2026 15:27 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Program unggulan IDOLA (Indonesia Layak Anak) PRO1 RRI Makassar kembali menyapa pendengar pada edisi Minggu, 5 April 2026. Dipandu oleh penyiar Arfan Yusri, diskusi kali ini mengangkat tema visioner: "Mewujudkan Mandala Nir-Wasita: Yang Aman, Rahayu, dan Niskala."

Hadir sebagai narasumber utama adalah Salsabila Nadhifah S, perwakilan SMP se-Indonesia yang baru-baru ini mencuri perhatian dunia sebagai Speaker pada Pedd Event Google Leader Series 2025 di Google Indonesia. Kehadiran Salsabila memberikan perspektif segar dari sudut pandang Gen-Z mengenai konsep "Mandala Nir-Wasita." Konsep ini dimaknai sebagai sebuah ruang lingkup (Mandala) yang bersih dari segala pengaruh buruk (Nir-Wasita), sehingga menciptakan lingkungan yang ideal bagi tumbuh kembang anak.

Dalam dialog tersebut, Salsabila menekankan bahwa aspek Aman, Rahayu, dan Niskala bukan sekadar jargon, melainkan pilar penting dalam literasi digital masa kini. "Aman" merujuk pada perlindungan data pribadi, "Rahayu" berarti selamat secara mental dan spiritual dari paparan konten negatif, sementara "Niskala" yang berarti abstrak atau tak berwujud, merujuk pada pengaruh siber yang harus dikelola dengan kebijaksanaan agar tetap membawa manfaat positif bagi masa depan anak.

Sebagai sosok yang terlibat langsung dalam diskusi pemimpin teknologi di Google setahun silam, Salsabila menyoroti tantangan besar yang dihadapi rekan-rekan sebayanya. Ia mengungkapkan bahwa ancaman di dunia maya kini semakin kompleks, mulai dari deepfake hingga algoritma yang dapat memanipulasi psikologi remaja. Oleh karena itu, kesiapan mental dan pendampingan orang tua menjadi kunci utama dalam menjaga ekosistem digital yang sehat.

"Mandala Nir-Wasita adalah impian kami untuk memiliki ruang belajar yang tanpa batas namun tetap terlindungi. Kita tidak bisa menjauhkan anak dari teknologi, tapi kita bisa membekali mereka dengan 'perisai' etika dan nalar kritis agar tetap Rahayu atau selamat dalam setiap aktivitas digitalnya," ujar Salsabila Nadhifah S.

Program inidiharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah di Makassar dan seluruh Indonesia untuk mengadopsi kurikulum keamanan digital yang lebih komprehensif. Sinergi antara pemerintah, raksasa teknologi, dan aspirasi siswa seperti Salsabila sangat dibutuhkan untuk mewujudkan perlindungan anak yang berkelanjutan.

Sebagai penutup, Salsabila mengajak seluruh anak Indonesia untuk berani bersuara dan menjadi pemimpin bagi diri sendiri di dunia maya. “Status Indonesia Layak Anak hanya bisa dicapai jika anak-anak diberikan kepercayaan untuk ikut merancang solusi atas masalah digital yang mereka hadapi.Lebih lagi terkait keamanan atas semakin masifnya Bullying di Lingkungan sekolah yang makin mengkhawatirkan dijadikan hal yang Normal,” pungkas Salsabila.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....