Harsiarnas 2026, KPID Sulsel Paparkan Tantangan Insan Penyiaran di Sulsel

  • 01 Apr 2026 20:37 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) yang diperingati setiap 1 April menjadi momentum tersendiri bagi insan penyiaran di seluruh tanah air Indonesia. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan, Irwan Ade Saputra mengatakan saat ini, penyiaran radio maupun televisi memiliki tantangan tersendiri di tengah derasnya arus informasi melalui media digital.

"Sebagai regulator penyiaran di Sulsel, kami memandang lembaga penyiaran memiliki peran yang sangat strategis, sebagai tempat pemberitaan informasi yang kredibel dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital yang belum tentu terverifikasi," kata Irwan Ade, Rabu 1 April 2026.

Dikatakan, penyiaran radio maupun televisi tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik, kode etik jurnalistik serta pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran. "Ini menjadikan penyiaran menjadi rujukan publik yang dapat menghadirkan informasi akurat, berimbang dan bertanggung jawab," ungkap Irwan.

Menurutnya di tengah perkembangan teknologi, lembaga penyiaran harus mengikuti dan beradaptasi dengan perkembangan yang ada sehingga lembaga penyiaran tidak lagi sekadar menggunakan konvensional tetapi harus berjalan beriringan dengan sistem teknologi yang semakin canggih. "Seperti lembaga-lembaga penyiaran yang ada sekarang misalnya streaming di YouTube dan media sosial," ungkapnya.

Namun meski begitu, lanjut Irwan, ekspansi digital ini tetap berjalan, kualitas konten, etika dan nilai-nilai lokal yang menjadikan kekuatan penyiaran di daerah harus tetap dikedepankan.

Di sisi lain, Irwan menuturkan hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), juga menjadi tantangan sekaligus peluang bagi insan penyiaran di Indonesia termasuk di Sulawesi Selatan. "AI dapat membantu analisis audiens dan mengefisiensi konten tapi perlu pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan dan penyebarluasan manipulasi konten,"tegasnya.

Ditambahkan sejumlah terdapat beberapa strategi yang harus dipersiapkan penyiaran di tengah persaingan antar media saat ini di antaranya memperkuat kualitas konten yang berbasis kearifan lokal, peningkatan literasi media masyarakat, kolaborasi antara lembaga penyiaran dan pemerintah. "KPID Sulsel terus mendorong lembaga penyiaran agar bertransformasi untuk menghadapi tantangan tanpa menghilangkan jati diri, informatif dan berbudaya,"pungkas Irwan Ade Saputra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....