Orang Tua Wajib Dampingi Anak Hadapi Risiko Media Sosial

  • 31 Mar 2026 10:53 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar — Perkembangan teknologi digital dan media sosial yang semakin pesat membawa banyak manfaa. Namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan besar bagi orang tua dalam menjaga anak dari pengaruh negatif dunia maya.

Aktivis sekaligus Pendamping Yayasan Pemerhati Perempuan dan Anak Alita Karen Topik menegaskan bahwa media sosial saat ini telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan anak-anak dan remaja. Namun tanpa pengawasan dan pembinaan yang tepat, penggunaan media sosial dapat membuka peluang anak terpapar berbagai konten negatif seperti perundungan siber, kekerasan verbal, hingga konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Alita Karen menjelaskan bahwa salah satu langkah penting yang dapat dilakukan orang tua adalah menerapkan disiplin digital dalam keluarga. Disiplin digital tidak hanya berarti membatasi penggunaan gawai, tetapi juga membangun kebiasaan sehat dalam berinteraksi dengan teknologi.

"Anak perlu dikenalkan sejak dini bahwa internet dan media sosial bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga ruang yang memiliki risiko. Karena itu, orang tua perlu hadir sebagai pendamping, bukan hanya sebagai pengawas," jelas Alita Karen, saat menjadi narasumber di PRO 1 RRI Makassar, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia juga menambahkan bahwa komunikasi terbuka antara orang tua dan anak menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan era digital. Anak perlu merasa nyaman untuk bercerita ketika menemukan sesuatu yang membuat mereka tidak aman di dunia maya.

"Jika anak merasa dipercaya dan didengar, mereka akan lebih mudah terbuka kepada orang tua ketika mengalami masalah di media sosial," ungkapnya.

Selain itu, Alita Karen mengingatkan pentingnya memberikan contoh yang baik dalam penggunaan media digital. Menurutnya, anak cenderung meniru kebiasaan orang tua, termasuk dalam penggunaan gawai.

"Disiplin digital harus dimulai dari orang tua. Jika orang tua mampu mengatur waktu penggunaan gadget dengan bijak, anak pun akan belajar melakukan hal yang sama," katanya.

Dalam dialog tersebut juga dibahas tentang perlunya literasi digital bagi keluarga agar dapat memahami berbagai potensi risiko di internet. Edukasi mengenai privasi, keamanan data, serta etika berkomunikasi di dunia maya dinilai penting untuk diberikan kepada anak sejak usia dini agar mereka lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Melalui dialog ini, ia berharap agar masyarakat semakin sadar bahwa perlindungan anak di era digital tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tetapi juga keluarga.”Dengan disiplin digital yang diterapkan secara konsisten, anak dapat tetap menikmati manfaat teknologi tanpa harus terjebak dalam dampak negatif media sosial,”tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....