RKPD 2027 Akselerasi Pengembangan SDM Pemkot Parepare
- 31 Mar 2026 07:52 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Parepare - Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare mulai menyusun strategi pembangunan untuk tahun 2027. Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027, Pemkot menekankan akselerasi pada sektor SDM, infrastruktur, hingga digitalisasi pelayanan publik. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Andi Iqbal Najamuddin, Wakil Ketua DPRD Suyuti, perwakilan Bappelitbangda Sulsel, para kepala SKPD, serta organisasi masyarakat.
Tema pembangunan Kota Parepare tahun 2027 yakni “Akselerasi Pengembangan SDM, Infrastruktur dan Digitalisasi Pelayanan Publik Terbaik serta Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas dan Inklusif.”
Kegiatan yang digelar di Ruang Pola Kantor Wali Kota, Senin, 30 maret 2026. ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, Amarun Agung Hamka. Menariknya, agenda ini juga dirangkaikan dengan Musrenbang Anak Tahun 2026 sebagai komitmen mewujudkan Kota Layak Anak.
Kepala Bappeda Parepare, Zulkarnaen Nasrun, dalam laporannya menjelaskan bahwa Musrenbang merupakan salah satu tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang menerapkan pendekatan partisipatif.
Menurutnya, forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat yang telah dihimpun dari tingkat kelurahan dan kecamatan dengan prioritas kebijakan pemerintah kota.bahwa tahun 2027 merupakan periode krusial. Hal ini berkaitan dengan visi besar kepala daerah periode 2025–2029 untuk menjadikan Parepare sebagai kota terbaik, sejahtera, dan maju.
“Tahun 2027 menjadi tahun krusial untuk mengimplementasikan visi besar tersebut. Kita fokus pada penguatan ekonomi lokal melalui sektor perdagangan, jasa, hingga pertanian hortikultura,” ujar Zulkarnaen dalam laporannya.
Selain ekonomi, Pemkot juga menargetkan program yang menyentuh langsung masyarakat bawah. Mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga memastikan partisipasi kelompok inklusif seperti perempuan dan anak.
Musrenbang kali ini juga dirangkaikan dengan pembukaan Musrenbang Anak sebagai bentuk komitmen Pemkot Parepare untuk mewujudkan kota layak anak.
Melalui forum tersebut, anak-anak diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan terkait kebutuhannya, mulai dari pendidikan, ruang bermain yang aman, layanan kesehatan, hingga perlindungan dari kekerasan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Andi Iqbal Najamuddin membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa pembangunan di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif, ditandai dengan penurunan angka kemiskinan serta tingkat pengangguran yang relatif rendah.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.
Ia juga menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan fase penting dalam pelaksanaan RPJMD 2025-2029 yang menuntut percepatan pembangunan yang terukur, fokus, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi ke depan diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produktivitas, investasi, dan penguatan sektor industri,” ungkapnya.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Andi Iqbal Najamuddin, yang membacakan sambutan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Ia memuji tren positif pembangunan di Sulawesi Selatan, termasuk penurunan angka kemiskinan.
“Tahun 2027 adalah fase penting dalam RPJMD 2025-2029. Dibutuhkan percepatan pembangunan yang terukur, fokus, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap pertumbuhan ekonomi ke depan tidak hanya sekadar angka, tapi mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan investasi di daerah.
Sementara itu, Sekda Parepare Amarun Agung Hamka yang mewakili Wali Kota, mengingatkan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk tidak bekerja sendiri-sendiri. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama.
“Kita ajak seluruh OPD tingkatkan sinergi. Perencanaan pembangunan harus berbasis data dan terarah agar mampu meningkatkan daya saing daerah,” kata Hamka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....