Tiga Dekade Lebih Mengabdi, Marlyn Narai Resmi Purnabakti
- 30 Mar 2026 14:57 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Suasana haru menyelimuti apel pagi di lapangan indoor Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Sulawesi Selatan, Senin 30 Maret 2026. Momen tersebut menjadi saksi perpisahan seorang aparatur sipil negara yang telah mengabdikan lebih dari tiga dekade hidupnya untuk pelayanan publik.
Adalah Marlyn Narai, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen, yang resmi memasuki masa purnabakti setelah 32 tahun mengabdi. Di hadapan para pegawai, ia menyampaikan pamitan dengan penuh kehangatan, diselingi canda yang justru mempertegas panjangnya perjalanan pengabdiannya.
Marlyn memulai karier sebagai ASN pada 1994 di Manado. Dua tahun kemudian, ia hijrah ke Makassar mengikuti penugasan suami, dan sejak saat itu mengabdikan diri di Kanwil Kemenag Sulsel hingga akhir masa tugasnya.
“Kurang lebih 30 tahun di sini, sudah ada 12 Kepala Kantor Wilayah yang menjadi atasan saya. Artinya, saya memang sudah tua,” ucapnya sambil tersenyum, yang disambut tawa hangat peserta apel.
Namun di balik candaan itu, tersimpan kerendahan hati yang mendalam. Selama 13 tahun menjabat sebagai Pembimas Kristen, Marlyn justru menilai pengabdiannya masih jauh dari sempurna.
“Kalau dari skala 10, mungkin nilai saya baru 2. Mudah-mudahan sekarang sudah naik jadi 3 atau 4,” tuturnya, merendah.
Ia juga mengenang perubahan budaya dan rasa bangga di lingkungan Kementerian Agama. Jika dulu pegawai cenderung ragu menyebut identitas institusi, kini justru sebaliknya.
“Kalau dulu kita bersuara kecil saat ditanya kerja di mana. Sekarang tanpa ditanya, kita bangga mengatakan: saya bekerja di Kementerian Agama,” ungkapnya.
Di penghujung sambutan, Marlyn menutup dengan kutipan penuh makna dari Jalaluddin Rumi:
“Perpisahan itu hanya untuk orang yang mencintai dengan penglihatan. Bagi yang mencintai dengan hati, tidak ada kata perpisahan.”
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel menyampaikan apresiasi atas dedikasi panjang yang telah diberikan. Ia menegaskan bahwa meski telah memasuki masa purnabakti, sosok Marlyn tetap menjadi bagian penting dari keluarga besar Kemenag.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang luar biasa. Meski telah purnabakti, kami tetap berharap kontribusi pemikiran dan pengalaman beliau,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Kementerian Agama masih membutuhkan sosok-sosok berpengalaman seperti Marlyn, setidaknya dalam bentuk gagasan dan teladan bagi generasi penerus.
Apel pagi itu pun bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan refleksi panjang tentang arti pengabdian. Sebuah penanda bahwa masa tugas boleh berakhir, namun nilai, dedikasi, dan ketulusan yang ditinggalkan akan terus hidup dalam perjalanan institusi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....