Kemarau 2026, BPBD Sulsel Ingatkan Masalah Air dan Kebakaran

  • 29 Mar 2026 11:27 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika merilis Buku Prediksi Musim Kemarau 2026 (PMK26) di Indonesia pada Maret ini, dimana khusus Sulawesi Selatan musim kemarau diprediksi akan datang secara bertahap mulai April dan puncaknya akan terjadi pada Agustus nanti. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan Amson Padolo mengungkapkan telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi menyikapkan masuknya musim kemarau.

Hal ini diungkapkan kepada RRI Makassar, Minggu 29 Maret 2026. Ia menyebutkan, secara umum dalam langkah antisipasi akan dilakukan secara lintas sectoral diantaranya menyiapkan sumur bor, embung-embung , dan terakhir soal penerapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ,jika memang nanti dibutuhkan.

“Untuk OMC, bisa dilakukan jika masih ada bibit awan ini menjadi salah satu cara untuk dapat mengatasi masalah kekeringan di musim hujan. Namun, memang untuk menggunakan modifikasi harus melihat bibit hujan untuk memastikan kemungkinan itu bisa digunakan,”paparnya

Lebih jauh, ia menjelaskan ketika masuk musim kemarau ada dua hal yang harus diwaspadai dan menjadi masalah krusial yaitu air dan juga potensi kebakaran yang bisa terjadi di hutan dan lahan. “Air menjadi salah kebutuhan yang nanti saat musim kemarau diperlukan penyiapam ekstra, tentu ini harus menjadi perhatian apalagi untuk air minum, karena rata-rata itu hampir sebagian besar perusahaan daerah air minum masih memfokuskan pada air permukaan, ini mungkin mereka nanti akan bagaimana mencari sumber air lain yang lebih yang dapat diberdayakan, apalagi khususnya di daerah perkotaan yang paling utama itu,” jelas Amson

Untuk itu, Amson menyatakan akan mencoba melakukan koordinasi dengan dinas terkait bagaimana berkolaborasi dengan perusahaan air minum PDAM di kabupaten kota untuk sumber air yang bisa nantinya sumber lainya, selain air permukaan karena ini sangat vital termasuk penyiapan sumur-sumur bor.

“Dulu ada eberapa memang sudah pernah dilakukan penyiapan sumur-sumur bor untuk pertanian, kami juga sudah pernah bekerjasama dengan Kodam untuk membuat sumber bor di area pemukiman dan selama ini masih diberdayakan lah oleh masyarakat karena bekerjasama dengan Kodam dan rata-rata masih diberdayakan dan punya kegunaan,” jelas Amson

Selain sumur bor, tentunya yang menjadi perhatian penyiapan embung-embung terutama yang diperuntukkan untuk pertanian, “Jadi memang salah satu bencana yang memerlukan konsentrasi dan penanganan ini masalah kekeringan tadi , bagaimana mencari sumber-sumber air karena inikan ada dari bawha tanah dan udara, makanya upaya kami adalah sedang melakukan koordinasi dengan instansi yang berkaitan dengan masalah air ini,” paparnya.

Selain masalah air, Amson juga menyatakan yang paling mengancam disaat musim kemarau yaitu mencegah kebakaran baik itu di pemukiman maupun kebakaran hutan dan lahan, “Kebakaran memang riskan di saat kemarau sehingga mungkin mitigasi ke masyarakat sangat diperlukan termasuk mengingatkan mereka untuk berhati-hati dan tidak memicu kebakaran yang bisa terjadi,”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....