Wamen PPPA Harap Perlindungan Terpadu Anak dari Desa
- 27 Mar 2026 12:21 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan berharap perlindungan terpadu anak dimulai dari desa dimana melibatkan semua pihak bukan hanya pada UPTD yang berada di kabupaten saja, sehingga diperlukan program yang saling bersinergi lintas Kementerian, salah satunya dengan Kementerian Pertanian terkait dengan ketahanan pangan keluarga.
Ia mengungkapkan, sebelum kedatangannya di Makassar untuk menghadiri kegiatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), dirinya bertemu dengan Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman membahas program yang dapat dikerjasamakan terkait ketahanan pangan.
“Kami datang ke sini untuk membuka peluang bagaimana potensi-potensi daerah bisa saling bersinergi dengan ada investor ataupun program dari pemerintah pusat agar bisa berkesinambungan . Untuk Kementerian PPPA kami berharap perlindungan anak terpadu itu harus mulai dari desa. Dan inilah yangs sedang kami kejar sampai ke Musrembang bagaimana program-program Kementerian dari Musrenbang benar-benar berperspektif perempuan,”ujarnya pada Kamis, 26 Maret 2026.
Lebih jauh, Ia menyatakan kalau berbicara tentang pelayanan terpadu untuk perlindungan anak Indonesia tidak bisa hanya cuma UPTD di kabupaten saja, ketika kasus kemudian muncul, makanya semua harus terlibat sampai ditingkat kepala desa,”Kepala Desa harus punya perspektif bahwa keluarga, perempuan, itu harus diikutsertakan sebagai subjek. Artinya, ketika pelaku di dasar itu kita lihat perempuan yang banyak sekali jadi tulang punggung, bagaimana memfasilitasi data yang akurat melalui Musrenbang sehingga program itu bisa masuk di dalam musrenbang sebagai bagian dari program untuk perempuan dan anak dalam ekonomi, menurunkan stunting."paparnya.
Untuk itu, Veronica Tan mengaku pihaknya ingin berkolaborasi melalui kebun pangan lokal perempuan komunitas, semua program bisa bersinergi terutama program swasembada pangan, “Ini yang sebenarnya bagaimana dari kebun komunitas, kami tadi mendengar bagaimana integrated dari kebun itu juga mengolah ayam sehingga local to local. Tapi program kita itu lebih kepada permaculture. Jadi tidak merusak alam, tidak merusak lingkungan, tapi dari tanah yang ada itu bisa enggak kita menumbuhkan sayur-sayur lokal.” Ungkapnya.
Ia menyatakan, yang terpenting dalam menjalankan program di desa ini , haru punya inovasi bagaimana menerjemahkan apa yang dibahas dalam Musrenbag dan Bumdes termasuk juga masalah anggaran desa semua diterjemahkan dalam satu platform bagaimana untuk perlindungan anak dan juga pemberdayaan perempuannya dimasukkan di dalam.
“Jadi ini menjadi satu platform satuan terpadu untuk bisa administrator melindungi anak, dan harapannya adalah program dengan swasembada pangan kita bisa bekerja sama dengan kebun lokal komunitas khusus untuk perempuan. Jadi harapan ini bisa menjadi parenting, mengajar, dan juga kami akan bekerja sama NGO, universitas untuk mulai mendidik dari teori, bukan soal teori saja kita dari praktik dan juga teori dan praktik bekerja di dalam kebun komunitas, karena yang terpenting adalah ekonomi, dan semua ini akan mengikut termasuk mindset memberikan makan gizi pada anak,”terangnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....