Cerita Veronica Tan Datang ke KKSS Paparkan Program KemenPPPA

  • 27 Mar 2026 12:13 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan menjadi salah satu tokoh yang hadir dalam Pertemuan Saudagar Bugi Makassar (PSBM) ke XXVI di hotel Claro Makassar. Kedatangannya dalam kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh KKSS ini, adalah ajakan dari Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman usai melakukan komunikasi, membahas program pemberdayaan perempuan melalui penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.

Ia pun menyampaikan usulan sejumlah daerah untuk mengembangkan pemberdayaan perempuan melalui penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas, “Saya mengusulkan ada lima daerah, bagaimana menggerakkan para keluarga, komunitas Perempuan bisa menanam dengan tanah yang begitu bagus di setiap daerahnya, diantaranya Jawa, Sumatera dan Sulawesi , salah satunya Sulsel di Bone, kemudian saya minta untuk menambah dua daerah Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur,” kata Veronica Tan, Kamis, 26 Maret 2026.

Veronica Tan memaparkan alasannya,menambah dua daerah , karena menyasar ke daerah terpencil masuk dalam 3T dan harusnya menjadi pilot percontohan, “ Daerah yang terpencil; bisa menjadi percontohan dalam membuat pembibitan dan menggerakan perempuannya, itu bisa dilakukan, kalau berhasil artinya local-lokal champion yang ada dengan kearifan local bisa terbukti bukan hanya daerah Jawa dan Sumatera, makanya saya mengajukan Maluku Utara dan NTT,”sebutnya.

Lebih jauh, Veronica Tan menyatakan, setelah mendengar penjelasan tersebut, akhirnya Menteri Amran Sulaiman, mengajak hadir di acara KKSS ini, “Pak Amran, bilang ya sudah begini saja , ibu hadir datang ke acara KKSS , makanya saya hadir di sini. Ada dua hal yang dikatakan oleh Pak Amran, kalau kita berdoa saja, tapi tanpa melakukan itu, tanpa bekerja keras, ya doa itu tidak akan ada hasilnya, saya berdoa untuk perempuan dan anak Indonesia, dan saya hadir karena berusaha supaya program perempuan dan anak Indonesia bisa masuk di dalam program kolaborasi bersama dengan agri culture, bersama dengan pangan, dan juga mereka bisa menjadi subjek pelaku.” Terangnya.

Ia pun bercerita setelah setahun berada di Kementerian PPPA, dirinya merasakan bahwa perempuan itu tidak perlu diajarkan karena di rumah Perempuan itu adalah manajer, “Kita tahu bahwa di rumah perempuan itu adalah manajer, perempuan yang bekerja dan tidak bekerja di luar tapi memberikan kenyamanan di dalam rumah, tapi ketika perempuan bekerja, itulah yang kita sebutkan, keperawatan itu tidak pernah dihitung sebagai sebuah ekonomi,”sebutnya.

Makanya, Veronica Tan menyebutkan program dari Kementerian PPPA itu program keperawatan ekonomi itu , bagaimana bisa monetize bisa menjadi sebuah ekonomi, hal yang paling penting adalah penduduk Indonesia 50% adalah perempuan, sepertiganya adalah anak-anak. “Presiden (Prabowo Subianto, red) memiliki cita-cita dan menjadi cita -cita semua terkait generasi emas, bagaimana program nya ini harus terlaksana,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....