Meneladani Kerendahan Hati Yesus: Ketenangan Sejati dalam Pelayanan

  • 27 Mar 2026 09:30 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Dalam kehidupan sehari-hari, banyak tantangan yang dihadapi umat Kristen, mulai dari tekanan pekerjaan hingga masalah pribadi. Salah satu cara untuk menghadapi tantangan tersebut adalah dengan meneladani pengajaran Yesus Kristus yang penuh hikmat. Pada siaran Santapan Rohani yang disiarkan pada Senin, 9 Maret 2026 dengan topik utama yang dibahas adalah bagaimana nilai-nilai kerendahan hati, ketenangan dan pelayanan dapat diterapkan dalam kehidupan Kristen. Pembahasan ini berfokus pada pengajaran Yesus dalam Injil Matius pasal 11, ayat 25-30 yang mengajak umat untuk menggali makna kedamaian sejati yang hanya bisa diperoleh melalui kerendahan hati dan pelayanan yang tulus.

Penyampaian khotbah kali ini mengawali pembahasannya dengan kutipan dari ayat 25 yang berbunyi, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa Tuhan langit dan bumi karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” Ayat ini menekankan pentingnya sikap rendah hati dalam menerima hikmat dari Tuhan. Pengetahuan dan kebijaksanaan duniawi tidaklah cukup tetapi yang dibutuhkan adalah hati yang terbuka untuk menerima wahyu Tuhan yang diberikan kepada mereka yang rendah hati dan bersedia untuk belajar.

Selanjutnya, khotbah ini menyoroti teladan kerendahan hati Yesus. Meskipun Yesus adalah Anak Tuhan yang memiliki segala kuasa, Dia memilih untuk datang ke dunia bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani. Dalam ayat 28-30, Yesus mengundang mereka yang lelah dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya, menjanjikan kelegaan dan beban yang ringan. Panggilan ini mengajak umat Kristen untuk menyerahkan beban hidup mereka kepada-Nya dan menerima kedamaian yang hanya dapat diberikan oleh Kristus.

Flyer siaran Santapan Rohani, Pro 1 RRI Makassar - Senin, 09 Maret 2026

Lebih lanjut, Pendeta Sebastianus Baas juga mengingatkan umat Kristen untuk tidak hanya menjadi pendengar firman Tuhan tetapi juga pelaku firman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Mengutip Matius 23, ditekankan bahwa Yesus mengecam para ahli Taurat dan orang Farisi yang meskipun mengajarkan hukum Tuhan, perbuatan mereka tidak mencerminkan ajaran yang mereka sampaikan. Ini menjadi pengingat bagi umat Kristen untuk menjaga agar tindakan dan sikap mereka selaras dengan ajaran Kristus, bukan hanya mengandalkan pengetahuan atau penampilan luar.

Dalam kehidupan yang sering dipenuhi ambisi dan persaingan, teladan Yesus yang penuh kerendahan hati menjadi sangat relevan. Yesus mengajarkan bahwa bukan penghargaan atau kedudukan yang utama tetapi bagaimana kita melayani dengan hati yang tulus. "Barang siapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayan," begitu ajaran Yesus yang menegaskan pentingnya pelayanan yang tulus.

Melalui khotbah ini, umat Kristen diajak untuk mengikuti teladan Yesus dalam kerendahan hati dan pelayanan. Meskipun Yesus memiliki segala kuasa, Dia memilih untuk melayani dengan kasih dan mengutamakan kesejahteraan sesama. Ini adalah pelajaran penting bagi setiap umat Kristen, agar tidak mencari kemuliaan dunia tetapi mengutamakan kasih dan pelayanan kepada sesama.

Di akhir khotbah, dibagikan pesan yang sangat mendalam bahwa ketenangan sejati dalam hidup tidak datang dari pencapaian duniawi atau pengakuan manusia. Sebaliknya, ketenangan tersebut diperoleh melalui hati yang penuh kerendahan dan kesiapan untuk melayani. "Jiwamu akan mendapat ketenangan," kutipan Matius 11:29 menjadi pengingat akan kedamaian yang datang dari Tuhan ketika kita meneladani hidup Kristus yang lemah lembut dan rendah hati.

Dengan demikian, ajakan Yesus dalam Matius 11 untuk datang kepada-Nya dan belajar dari-Nya menjadi panggilan yang relevan bagi umat Kristen di masa kini. Ini adalah panggilan untuk hidup dengan kerendahan hati, mengutamakan pelayanan kepada sesama dan menikmati ketenangan yang hanya dapat diberikan oleh Tuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....