Dihadapan Peserta PSBM, Andi Sumangerukka Beberkan Alasan Jadi Gubernur Sultra
- 26 Mar 2026 18:59 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, tampil sebagai salah satu pembicara utama dalam Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI yang digelar di Ballroom Hotel Claro Makassar, Kamis, 26 Maret 2026. Kehadiran Andi Sumangerukka dalam forum tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk memperluas jejaring dengan pemerintah pusat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Upaya ini dinilai penting guna mempercepat pembangunan daerah di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Andi Sumangerukka menegaskan komitmennya membangun daerah dengan mengedepankan nilai pengabdian dan kepemimpinan yang berintegritas. Ia bahkan menyampaikan pesan tegas yang langsung menyentuh esensi kepemimpinan.
“Jangan pernah bertanya apa yang kau dapatkan dari negara, tapi apa yang kau berikan untuk negara. Selaku pemimpin saya memegang prinsip ‘ikan busuk mulai dari kepalanya’, saya harus dalam keadaan bagus agar seluruh ‘badan’ Sulawesi Tenggara juga ikut bagus,” tegas Andi Sumangerukka.
Bagi Andi Sumangerukka, nilai-nilai tersebut bukan sekadar slogan. Ia mengungkapkan bahwa prinsip hidupnya terbentuk dari pengalaman masa kecil di Sulawesi Tenggara, khususnya saat tinggal di Pulau Wawonii. Di sana, ia menyaksikan langsung bagaimana masyarakat saling membantu tanpa pamrih, bahkan dalam kondisi serba terbatas.
Pengalaman itu kemudian membentuk karakter kepemimpinan Andi Sumangerukka yang menekankan pentingnya membalas kebaikan masyarakat melalui kerja nyata. Komitmen tersebut kini tercermin dalam kebijakan-kebijakan yang berpihak pada rakyat serta upaya menjaga integritas dalam tata kelola pemerintahan.
Tak hanya soal kepemimpinan, momentum PSBM XXVI juga membawa kabar strategis bagi pembangunan Sulawesi Tenggara, terutama di sektor pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan tambahan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) untuk wilayah tersebut. “Sulawesi Tenggara tambah cetak sawah lagi 10 ribu, demi mendorong swasembada selanjutnya,” ungkapnya.
Tambahan ini membuat total luas program cetak sawah rakyat di Sulawesi Tenggara meningkat signifikan menjadi 24.050 hektare, dari sebelumnya 14.050 hektare. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pangan terus menjadi prioritas utama, sejalan dengan visi Andi Sumangerukka dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Program tersebut juga dinilai akan memberi dampak berlapis, mulai dari peningkatan produksi pangan, pembukaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang fokus pada pengembangan sektor agromaritim sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Forum PSBM XXVI yang mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh” serta dirangkaikan dengan Halal Bi Halal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menjadi ruang strategis bagi Andi Sumangerukka untuk memperluas kerja sama. Pertemuan ini membuka peluang kolaborasi nyata antara pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kehadiran Andi Sumangerukka di forum tersebut sekaligus mempertegas posisinya sebagai figur yang aktif membangun sinergi lintas wilayah, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....