Nilai Keteladanan Umar bin Khattab dalam Kepemimpinan

  • 26 Mar 2026 08:52 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Program Titian Illahi yang disiarkan pada Jum'at, 20 Maret 2026, di Pro 1 RRI Makassar mengangkat urgensi keteladanan dalam kehidupan umat dengan fokus pada kisah kepemimpinan Umar bin Khattab. Dalam program ini, narasumber Bapak Dr. H. M. Syahrir Langko, MA, membahas nilai-nilai keteladanan yang penting, seperti tanggung jawab, kedermawanan, dan pengabdian yang tulus, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era modern ini.

Dr. Syahrir Langko memulai diskusi dengan menyoroti kepemimpinan Umar bin Khattab yang meskipun hanya memerintah selama dua setengah tahun, dikenal sebagai pemimpin yang sangat peduli terhadap kesejahteraan rakyatnya. Dalam pidatonya pada akhir masa jabatan, Umar dengan rendah hati mengakui kekurangannya sebagai pemimpin, namun ia berharap ada hal-hal positif yang bermanfaat bagi masyarakat. Sikap jujur dan rendah hati ini menjadi teladan bagi umat.

Dr.H.M Syahrir Langko , MA saat hadir distudio Pro 1 Makassar

Selama masa pemerintahannya, Umar juga dikenal dengan kedermawanannya. Ia bahkan berjanji untuk menyumbangkan 50% dari kekayaannya demi kemaslahatan negara. Kepemimpinannya yang adil dan bijaksana membuat tidak ada keluhan atau ketidakpuasan dari rakyat. Umar selalu memastikan bahwa kaum dhuafa dan masyarakat miskin mendapatkan perhatian yang layak.

Selain Umar, Dr. Syahrir Langko juga membahas kisah Nabi Ibrahim yang terkenal dengan sifat kedermawanannya. Dalam sebuah peristiwa, Nabi Ibrahim rela memberikan lebih dari yang diminta ketika diuji oleh Allah untuk menyerahkan hartanya kepada yang membutuhkan. Kisah ini menggambarkan bagaimana pemimpin atau individu yang ikhlas dan dekat dengan Allah akan melaksanakan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Meskipun nilai-nilai keteladanan ini penting, Dr. Syahrir Langko mengakui bahwa tantangan untuk menerapkannya di era modern semakin besar. Dalam diskusi tersebut, ia menekankan bahwa niat yang murni dan pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip keteladanan adalah kunci untuk mengatasi tantangan tersebut. Misalnya, dalam memberi sedekah, godaan untuk mengurangi jumlah yang diberikan demi kepentingan pribadi bisa menghambat penerapan keteladanan.

Dr. Syahrir Langko juga menekankan pentingnya keteladanan dalam pengelolaan harta. Seorang pemimpin yang baik harus memastikan bahwa kekayaan yang dimiliki digunakan untuk kebaikan bersama dan untuk membantu mereka yang membutuhkan, seperti yang dicontohkan oleh Umar bin Khattab.

Program ini mengajak setiap individu untuk menjadi teladan, terutama bagi generasi muda, di tengah dunia yang semakin materialistis dan penuh persaingan. Keteladanan, menurut Dr. Syahrir Langko, bukan hanya tentang menjadi panutan dalam perkataan, tetapi juga dalam tindakan sehari-hari.

Di akhir diskusi, Dr. Syahrir Langko mengingatkan bahwa kita tidak hanya bertanggung jawab atas diri kita sendiri, tetapi juga atas kesejahteraan orang lain. Keteladanan yang kita tunjukkan dapat menjadi cerminan dari iman kita dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dengan mempraktikkan nilai-nilai keteladanan, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih adil, damai, dan penuh kasih, serta memberi manfaat bagi sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....