Kisah Bileam dan Keledai: Peringatan Tuhan yang Menghargai
- 25 Mar 2026 23:04 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pada Senin, 23 Maret 2026, program Santapan Rohani yang disiarkan di Pro 1 RRI Makassar mengangkat kisah Bileam dan keledainya sebagai topik utama dengan narasumber Pendeta Sebastianus Baas. Kisah yang terdapat dalam Bilangan pasal 22 ini mengandung pesan rohani yang mendalam mengenai kesadaran umat akan peringatan Tuhan serta pentingnya penghargaan terhadap ciptaan-Nya.
Dalam cerita tersebut, Bileam, seorang nabi yang sedang dalam perjalanan menuju Moab, memukul keledainya yang setia ketika hewan tersebut berusaha menghindari bahaya yang mengancam nyawa Bileam. Keledai tersebut menyimpang dari jalan dan bahkan berbicara, akhirnya menyadarkan Bileam bahwa ia telah melakukan kesalahan. Tuhan menggunakan peristiwa ini sebagai peringatan bagi Bileam, mengingatkan umat Kristiani bahwa seringkali Tuhan menyampaikan pesan-Nya melalui cara yang tidak terduga.
Kisah ini mengajak umat Kristiani untuk lebih peka terhadap peringatan Tuhan, yang bisa datang dalam berbagai bentuk, bahkan dari hal-hal yang tampaknya tak berarti. Melalui keledai, Tuhan menyampaikan kasih-Nya, menyelamatkan Bileam dari kebinasaan yang hampir terjadi. Hal ini menjadi pelajaran bagi setiap orang untuk tidak mengabaikan tanda-tanda atau pesan yang diberikan Tuhan dalam hidup mereka, karena Tuhan bisa berbicara melalui berbagai ciptaan-Nya.

Pembahasan selanjutnya dalam Santapan Rohani mengingatkan umat Kristiani untuk lebih menghargai setiap kehidupan, termasuk hewan. Amsal 12:10 mengajarkan bahwa orang yang benar memperhatikan hidup hewannya, sementara orang yang kejam mengabaikan belas kasih. Kisah Bileam memberikan pengingat penting bahwa setiap ciptaan Tuhan, tak terkecuali hewan, memiliki nilai yang harus dihargai dan diperlakukan dengan kasih.
Selain itu, pendeta Sebastianus Baas menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari. Kisah Bileam menjadi refleksi bagi umat Kristiani agar tidak merasa lebih unggul dari sesama atau makhluk hidup lainnya. Tuhan menginginkan umat-Nya untuk hidup dengan penuh kasih, menghargai setiap kehidupan, dan menjunjung tinggi rasa syukur dalam setiap tindakan, baik terhadap sesama manusia maupun makhluk lainnya.
Kisah ini juga mengingatkan bahwa Tuhan sering kali menyampaikan pesan-Nya melalui ciptaan-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya berbicara melalui wahyu atau firman-Nya saja, tetapi juga melalui alam, hewan, atau bahkan kejadian-kejadian yang tampaknya biasa saja. Oleh karena itu, umat Kristiani diundang untuk selalu peka dan sensitif terhadap setiap peringatan yang datang, tidak hanya dalam bentuk wahyu, tetapi juga dalam bentuk kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, kisah Bileam dan keledainya menjadi pelajaran berharga bagi umat Kristiani untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan, sesama, dan semua makhluk hidup. Dengan hidup sesuai dengan jalan Tuhan, umat Kristiani diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan penuh kasih, rendah hati, dan rasa syukur, serta menghargai setiap ciptaan Tuhan dalam setiap aspek hidup mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....