Masjid Nurul Yaqin Bontopedda Sinjai, Dipadati Jamaah Shalat Idul Fitri 1447 H

  • 20 Mar 2026 08:19 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Sinjai - Ratusan Jamaah Masjid Nurul Yaqin Bontopedda Sinjai Selatan Kabupaten Sinjai, melaksanakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, Jumat, 20 Maret 2026. Para jamaah larut dalam lantunan Takbir, Tahlil dan Tahmid sebelum shalat Id berjamaah dan Khotbah disampaikan.

Shalat Id dipimpin Imam Masjid Nurul Yaqin Ustadz Mansur S.Pd dan Khotib Ustadz Munzir As’ad, LC. M.Pd dari Pondok Pesantren Darul Istiqamah Puce’e. Nampak para jamaah khusyu' mengikuti shalat berjamaah dan khotbah yang disampaikan dalam bahasa sederhana yang mudah dipahami.

Dalam khotbah yang disampaikan Ustadz Munzir As.ad mengatakan, momen idul Fitri tidak sekedar sebagai perayaan tetapi merupakan wujud keberhasilan mendekatkan diri kepada Allah Subehanahu Wata’ala melalui ibadah puasa Ramadhan. Sebab dengan puasa yang dilaksanakan atas dasar iman dan Ikhlas, maka Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

“Mudah-mudahan kita yang hadir di Masjid ini, termasuk hamba-hambah Allah yang mendapatkan keistimewaan sebagai orang yang suci dari segala dosa seperti ketika kita dilahirkan dari ibu. Karena itu di hari yang mulia kita dianjurkan untuk memperbanyak takbir, tahlil dan tahmid atas segala ni.mat yang Allah berikan kepada kita yang diawali dengan menunaikan zakat fitrah,” katanya.

Ditegaskan, Idul Fitri merupakan salah satu kesempatan untuk mempererat silaturrahim. Hal ini terlihat ketika hari raya Idul Fitri adalah, budaya mudik lebaran selalu terjadi setiap tahunnya dari anak rantau yang tujuannya untuk menjalin silaturrahim dengan keluarga di kampung halaman.

“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturrahimnya. Sehingga sesibuk apapun kita, tidak ada alasan untuk tidak menyambung silaturrahim terutama sekali keluarga dekat seperti orang tua dan saudara-saudara kita,” jelas Ustadz Munzir dengan mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW.

Diakhir khotbahnya, Ustadz Munzir juga menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda sebagai asset bangsa dan agama. Setidaknya ada 3 hal yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda, yaitu pembinaan keimanan, peningkatan Ilmu pengetahuan dan penanaman akhlaq yang mulia.

Peran orang tua dan kalangan pendidik tegas Ustadz Munzir, memiliki tanggung jawab yang besar dalam menciptakan generasi musda islam yang beriman, berilmu dan berakhlaq mulia. Karena itu melalui momentum Puasa Ramadhan yang telah dilaksanakan, diharapkan semakin mempertebal keimanan dan kataqwaan umat khususnya generasi muda yang diimplementasikan dalam kehidupan nyata sehar-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....