Wali Kota Munafri Tegaskan Tak Ada Larangan Melakukan Takbiran, Konvoi dan Petasan

  • 18 Mar 2026 20:28 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi masyarakat untuk menggelar takbiran dalam menyambut Idulfitri. Pemerintah Kota Makassar justru memberikan ruang bagi warga untuk mengumandangkan takbir sebagai bentuk syiar Islam dan ungkapan rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan.

Penegasan tersebut disampaikan saat pelaksanaan salat Isya dan Tarawih berjamaah dalam rangka Safari Ramadan Pemkot Makassar di Masjid Raya Makassar, Selasa, 17 Maret 2026.

“Tidak ada larangan takbiran, silakan masyarakat melaksanakan takbiran di wilayah masing-masing kecamatan,” ujar Munafri di hadapan jamaah.

Ia meluruskan informasi yang beredar di masyarakat dengan menekankan bahwa yang dilarang adalah konvoi di jalan raya serta penggunaan petasan atau mercon yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

“Yang dilarang itu konvoi dan bunyi petasan/mercon karena berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan. Jadi, bukan takbirannya,” tegasnya.

Munafri mengingatkan, euforia berlebihan dalam bentuk konvoi di jalan raya berisiko mengganggu kelancaran lalu lintas, membahayakan pengguna jalan, serta mengusik kenyamanan masyarakat. Oleh karena itu, warga diimbau untuk memusatkan kegiatan takbiran di lingkungan masing-masing, baik di tingkat kecamatan, kelurahan, maupun masjid setempat.

“Silakan bertakbir di wilayah masing-masing. Tidak perlu turun ke jalan melakukan konvoi,” tambahnya.

Pemerintah Kota Makassar berharap masyarakat dapat menjaga suasana malam takbiran tetap aman, tertib, dan penuh kekhidmatan, sehingga momen kemenangan Idulfitri dapat dirasakan dengan damai oleh seluruh warga. Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sisa Ramadan dengan meningkatkan ibadah serta menjaga ketertiban umum, khususnya pada malam takbiran.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran tokoh agama dan ulama dalam memperkuat pembangunan sosial di Kota Makassar. Menurutnya, masjid menjadi sarana efektif dalam menyampaikan informasi dan membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kegiatan di masjid sangat efektif untuk menyampaikan informasi yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan Safari Ramadan melibatkan seluruh jajaran SKPD Pemkot Makassar yang hadir langsung di setiap kecamatan untuk bertemu dan berdialog dengan warga. Menurut Munafri, keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

“Program pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Begitu juga sebaliknya, kegiatan masyarakat membutuhkan kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....