Raja Perempuan Sulsel Bukti Kesetaraan Gender sejak Dulu

  • 12 Mar 2026 02:16 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, MAKASSAR - Upaya memperkuat kesetaraan gender yang tertuang dalam Astacita mendapatkan perspektif baru melalui kajian sejarah kepemimpinan raja-raja perempuan di Sulawesi Selatan. Dalam siaran Suara Budaya Nusantara RRI, terungkap bahwa Kerajaan Bone pernah dipimpin oleh raja perempuan sebanyak tujuh kali, salah satunya adalah Webataritoja. Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam struktur politik tradisional Sulawesi Selatan, gender tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk menduduki jabatan tertinggi di kerajaan.

Dr. Ery Iswary, M.Hum menekankan bahwa pengangkatan raja perempuan di masa lampau dilakukan melalui mekanisme dewan adat yang sangat mempertimbangkan aspek moral dan kecerdasan. Kepemimpinan perempuan kala itu seringkali hadir sebagai solusi atas konflik internal, seperti sosok Tomanurung Bainea yang menjadi raja pertama di Kerajaan Gowa untuk menyatukan faksi-faksi yang berseteru. "Peran perempuan sebagai pembawa damai dan pemersatu ini merupakan aset kepemimpinan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan bangsa saat ini" Kata Dr Ery.

Diskusi ini juga mengungkap bagaimana arsitektur tradisional, seperti rumah adat Karampuang di Sinjai, mengadopsi anatomi tubuh perempuan sebagai simbol penghormatan terhadap pemimpin perempuan. Hal ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kesetaraan gender telah meresap ke dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari politik hingga seni bangunan. Integrasi nilai-nilai ini ke dalam visi Astacita akan mempercepat terwujudnya masyarakat yang lebih adil dan beradab.

Kesetaraan gender yang dipraktikkan oleh para leluhur di Sulawesi Selatan mencakup pelatihan ilmu bela diri, menunggang kuda, hingga pendidikan agama bagi putra maupun putri raja. Pendidikan yang setara ini membekali para perempuan untuk siap turun ke gelanggang perang maupun diplomasi jika diperlukan. Model pendidikan inklusif ini menjadi referensi penting bagi penguatan program pemberdayaan perempuan dalam kebijakan nasional yang sedang dijalankan pemerintah.

"Dengan menyebarluaskan kisah sukses raja-raja perempuan ini, diharapkan tidak ada lagi keraguan terhadap kapasitas perempuan dalam memimpin lembaga-lembaga strategis negara. Sejarah telah membuktikan bahwa perempuan mampu memimpin dengan durasi yang sangat lama dan membawa stabilitas bagi rakyatnya" Ujar Ery iswaru. Upaya kolektif untuk menghidupkan kembali semangat ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesetaraan gender bagi seluruh rakyat Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....