BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sulawesi Selatan
- 10 Mar 2026 18:54 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan rilis terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa waktu ke depan. BMKG menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang akan beraktivitas di luar ruangan.
Risky Yudha Pahlawan, Ketua Tim Meteorologi BMKG Wil. IV Makassar kepada RRI (10/03/26) mengungkapkan faktor pemicu cuaca ekstrim dipengaruhi oleh monsoon Asia yang masih aktif. “Di bulan Maret, angin monsoon Asia masih aktif diindikasikan dari arah angin yang bertiup, umumnya dari barat daya hingga barat laut. Di saat ini, periode dasarian kedua ini juga adanya MGO yang aktif di wilayah Indonesia” jelas Risky.
Lebih lanjut dikatakan, MGO yang aktif inilah yang meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Hal ini diprakirakan masih akan terjadi hujan sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi hingga 3 hari ke depan.
BMKG Sulawesi Selatan memiliki dua radar cuaca yang meng-cover wilayah Sulawesi Selatan, yaitu di Maros dan Masamba. Selain itu, terdapat juga radar di wilayah Sulawesi Barat, di Majene, yang juga area coverannya juga mencakup wilayah daerah pinrang.
Resky menjelaskan saat ini BMKG juga menggunakan satelit cuaca Himawari yang selalu update tiap 10 menit. Terdapat puluhan alat-alat otomatis BMKG yang tersebar di wilayah Sulawesi Selatan yang membantu BMKG untuk memprediksi cuaca dengan akurasi umumnya lebih dari 90 persen.
Informasi peringatan dini dirilis oleh BMKG secara berjenjang. “Ada yang musiman, ada yang periode 3 bulanan, kemudian diperpendek lagi ada yang periode bulanan, diperpendek lagi ada yang periode 10 harian. Kemudian, diperpendek lagi ada periode 3 harian, kemudian harian, kemudian jam-jaman” terang Risky.
Risky menginformasikan kepada masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana dapat memantau portal BMKG minimal 3 hingga 7 hari sebelumnya. Apabila BMKG memberikan peringatan dini, masyarakat sudah perlu melakukan aksi-aksi untuk mengantisipasi terjadinya risiko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....