Urgensi Kerukunan dalam Kehidupan Sosial

  • 10 Mar 2026 14:36 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pentingnya menjaga kerukunan dalam kehidupan sosial menjadi pembahasan dalam program dialog Moderasi Beragama yang disiarkan di PRO1 RRI Makassar edisi Selasa, 10 Maret 2026. Dialog yang dipandu oleh Risna Supratio tersebut menghadirkan narasumber Drs. Nasruddin Ibrahim Tuwo, M.Si dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar yang mengulas pentingnya memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam perbincangan tersebut, Nasruddin menjelaskan bahwa kerukunan merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas kehidupan sosial. Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki latar belakang suku, agama, budaya, dan tradisi yang beragam sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk terus menjaga keharmonisan. “Kerukunan itu bukan berarti kita harus seragam, tetapi bagaimana kita mampu menerima dan menghargai perbedaan yang ada sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat saat ini. Salah satu tantangan yang cukup besar adalah maraknya penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks di media sosial yang berpotensi memicu kesalahpahaman antar kelompok masyarakat. “Tantangan terbesar saat ini adalah arus informasi yang sangat cepat. Jika masyarakat tidak bijak dalam menyaring informasi, maka sangat mudah muncul kesalahpahaman yang dapat mengganggu kerukunan,” jelas Nasruddin.

Selain itu, menurutnya masih adanya sikap fanatisme sempit serta kurangnya pemahaman tentang nilai moderasi beragama juga menjadi kendala dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Oleh karena itu, edukasi dan dialog antarumat beragama perlu terus diperkuat agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih terbuka terhadap perbedaan.

Nasruddin menegaskan bahwa peran tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, serta pemerintah sangat penting dalam menjaga dan memperkuat kerukunan. Melalui komunikasi yang baik, pendekatan persuasif, serta ruang dialog yang terbuka, potensi konflik dapat diminimalisir.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus memelihara sikap saling menghargai sebagai bagian dari nilai luhur bangsa. “Jika kerukunan dijaga bersama, maka kehidupan sosial akan menjadi lebih aman, damai, dan masyarakat dapat hidup berdampingan dengan penuh rasa saling menghormati,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....