Atur Lalu Lintas, Petugas Dishub Makassar Diduga Dipukul OTK

  • 09 Mar 2026 07:24 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar diduga menjadi korban pemukulan oleh orang tak dikenal (OTK) saat sedang menjalankan tugas mengatur lalu lintas di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat 6 Maret 2026 di sekitar putaran depan Gedung ASS Building, tepatnya di dekat kawasan Mal Nipah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Reza, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan anggotanya dipukul tanpa sebab saat sedang menjalankan tugas pengaturan lalu lintas di lokasi tersebut. “Iya, saat sedang bertugas di Jalan Urip tepatnya di putaran depan Gedung ASS Building, anggota kami dipukul tanpa sebab oleh orang tak dikenal,” kata Reza dalam keterangannya, Minggu 8 Maret 2026.

Reza menjelaskan, aksi perlawanan terhadap petugas Dishub kerap terjadi saat mereka menjalankan tugas di lapangan. Bahkan sebelumnya, petugas Dishub juga sempat mendapat intimidasi dan ancaman saat melakukan penertiban kendaraan.

Menurutnya, beberapa waktu lalu petugas Dishub juga mendapat ancaman di depan Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan saat melakukan penertiban kendaraan dengan penggembokan roda. “Jadi kejadian ini merupakan rangkaian dari peristiwa sebelumnya. Hari Jumat lalu anggota kami sempat mendapat intimidasi dan ancaman, bahkan ada videonya. Kemudian tepat seminggu setelah itu anggota kami dipukul di Jalan Urip,” ujarnya.

Reza juga membantah tudingan bahwa petugas Dishub lebih dulu melakukan pemukulan terhadap terduga pelaku. Ia menegaskan anggotanya hanya datang untuk melakukan konfirmasi, namun pelaku justru melarikan diri. “Anggota kami datang untuk melakukan konfirmasi, tetapi terduga pelaku malah kabur dan bahkan melompat ke sungai,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Makassar agar dapat diproses secara hukum. “Kami sudah melapor ke Polrestabes Makassar terkait pemukulan terhadap petugas Dishub. Laporannya sudah kami pegang,” katanya.

Reza menilai kejadian tersebut seharusnya tidak perlu terjadi, mengingat petugas Dishub menjalankan tugas untuk membantu mengurai kemacetan serta menindaklanjuti laporan masyarakat. “Kami sering menghadapi intimidasi dan ancaman di lapangan. Kali ini bahkan sampai terjadi pemukulan terhadap petugas,” tegasnya.

Ia juga menegaskan kehadiran petugas Dishub di lokasi tersebut merupakan respons atas kemacetan di kawasan Jalan AP Pettarani serta adanya aduan masyarakat yang merasa terganggu. “Petugas kami datang untuk membantu mengurai kemacetan dan menindaklanjuti laporan warga. Seharusnya tidak perlu ada reaksi seperti itu,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....