Kapolrestabes Makassar Soroti Tren Tembak Mainan di Makassar
- 04 Mar 2026 16:17 WIB
- Makassar
RRI, CO ID, Makassar - Parak permainan tembak-tembakan menggunakan senjata mainan, merupakan fenomena baru dari perkumpulan remaja yang ingin menunjukkan eksistensi diri yang terjadi di Kota Makassar. Main tembak - tembakan di ruang publik dan marak di jalan - jalan dan pemukiman warga, sangat meresahkan warga kota Makassar dalam bulan ramadan 1447 Hijriyah.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana,SH., SIK., M.Si saat dikonfirmasi Rabu 4 Pebruari 2026 terkait fenomena main tembak - tembakan dilakukan kelompok remaja di Kota Makassar membenarkan adanya fenomena main tembak - tembakan yang dilakukan para remaja yang ingin menunjukkan eksistensi mereka. “Beberapa waktu lalu sempat terjadi tawuran geng motor dengan menggunakan panah busur. Nah sekarang beralih ke senjata mainan dengan permainan perang-perangan," Ujarnya.
Sebenarnya jika dilakukan di tempat tertentu dan tidak mengganggu masyarakat, tidak menjadi masalah. Namun saat ini sudah mulai meresahkan karena dilakukan di jalan raya, kejar-kejaran menggunakan sepeda motor sambil tembak-tembakan,” Tambahnya.
Menurut Kombes Pol Arya Perdana kendala penindakan senjata yang digunakan main tembak - tembakan adalah karena benda tersebut dikategorikan sebagai senjata mainan. Namun, jika ditembakkan dari jarak dekat tetap dapat membahayakan.
“Memang ini adalah senjata mainan namun jika ditembakkan dengan jarak dekat bisa membahayakan jika kena mata bisa buta,” ucap Kombes Pol Arya Perdana.
Kapolrestabes menghimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi perang-perangan menggunakan senjata mainan karena berpotensi membahayakan. Terlebih jika dilakukan di jalan raya, hal tersebut dapat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan pengguna jalan lain.
Aksi kejar-kejaran maupun tembak-tembakan di jalan lanjut Kombes Pol Arya Perdana dapat menyebabkan pengendara kehilangan kendali, terjatuh, hingga memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Selain itu, tindakan tersebut juga berisiko menimbulkan ketersinggungan dan konflik antar kelompok.
“Mari kita memanfaatkan bulan Ramadhan dengan kegiatan yang positif dan memperbanyak ibadah, serta tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Kombes Pol Arya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....