Puteri Indonesia Sulsel 2026 dan Wagub Kompak Genjot SDM Perempu⁵⁶an & UMKM
- 04 Mar 2026 13:20 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pembangunan daerah tak lagi sekadar berbicara soal angka pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, kemajuan sebuah wilayah kini diukur dari kualitas SDM yang dimiliki, termasuk seberapa besar ruang yang diberikan kepada perempuan untuk tumbuh, berdaya, dan berkontribusi nyata. Pesan itulah yang mengemuka dalam audiensi antara Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, dengan Puteri Indonesia Sulawesi Selatan II 2026, Andi Aisyah Anjaliekhan Kilat, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar.
Dalam pertemuan tersebut, Fatmawati menyampaikan apresiasi atas capaian Andi Aisyah yang akan mewakili Sulawesi Selatan di ajang nasional. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong penguatan SDM perempuan melalui berbagai program strategis, mulai dari pengembangan UMKM hingga peningkatan kapasitas kewirausahaan di berbagai daerah.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak boleh berhenti pada program bantuan semata. Yang lebih penting adalah membangun mental kewirausahaan dan daya saing agar tercipta kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Edukasi, pelatihan, dan pendampingan dinilai menjadi fondasi utama dalam mencetak SDM perempuan yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman. “Kami membuka ruang kolaborasi agar advokasi yang dibawa Puteri Indonesia Sulawesi Selatan dapat bersinergi dengan program pemerintah yang sudah berjalan,” ujar Fatmawati dalam keteragannya, dikutip Rabu, 4 Maret 2026.
Ia juga menyoroti potensi besar perempuan di wilayah pesisir dan kawasan pariwisata yang belum tergarap maksimal. Dengan penguatan SDM lokal, sektor-sektor tersebut diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi babru. Generasi muda, termasuk figur seperti Andi Aisyah, diharapkan bisa menjadi katalis yang mempercepat lahirnya wirausaha perempuan berbasis potensi daerah.
Sementara itu, Andi Aisyah mengaku bersyukur atas sambutan hangat dari Wakil Gubernur. Ia menyebut audiensi tersebut bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga momentum untuk menyelaraskan program advokasinya dengan arah kebijakan pemerintah daerah.
Melalui inisiatif bertajuk EmpowHER, ia fokus pada peningkatan kapasitas kewirausahaan perempuan melalui mentorship, pelatihan bisnis praktis, hingga penguatan literasi usaha. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan kualitas SDM perempuan pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing secara nasional. “Dengan kunjungan ini, saya mendapatkan banyak data terkait UMKM yang relevan dengan advokasi saya. Harapannya, kolaborasi ini bisa melahirkan workshop dan edukasi entrepreneurship yang berdampak langsung,” ungkapnya.
Andi Aisyah, 25 tahun, merupakan putri daerah Sulawesi Selatan dan Founder sekaligus CEO PT Acte Krastala Indonesia. Ia menempuh pendidikan Teknik Sipil di Universitas Hasanuddin sebelum melanjutkan studi Master Management with Enterprise and Business Growth di University of Glasgow. Dengan bekal akademik dan pengalaman bisnis, ia membawa visi besar untuk memperkuat SDM perempuan sebagai pilar ekonomi daerah.
Audiensi ini menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara pemerintah dan generasi muda bisa menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan berbasis SDM. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak perempuan mandiri, produktif, dan berdaya saing, tidak hanya di Sulawesi Selatan tetapi juga di tingkat nasional.
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulawesi Selatan serta sejumlah tokoh Adwindo Sulsel, menandai komitmen bersama dalam memperkuat peran perempuan sebagai pilar pembangunan daerah. Dengan penguatan SDM dan kolaborasi lintas sektor, Sulawesi Selatan tampaknya tengah menyiapkan fondasi baru: perempuan sebagai penggerak utama ekonomi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....